Pekerjaan paling menyenangkan adalah Hobi yang dibayar. Kalimat itu pas sepertinya dengan pengusaha muslim berikut ini. Faisal Tajudin Yaqub namanya. Tapi teman-temannya biasa memanggilnya Icong.

Puluhan mobil berjajar rapi begitu gohijrah memasuki kantor sekaligus showroom mobilnya di Jl Gayungsari Barat 43. Tempat yg luas telihat tidak cukup memuat mobil mobil tersebut. Hampir semua jenis mobil tersedia. Mulai dari mobil dibawah harga seratus juta hingga mobil mewah diatas 1 miliar pun ada.

Assalamualaikum, silahkan duduk, ujar Icong sambil mengulurkan tangannya bersalaman, ketika gohijrah bertamu di kantornya. Ya begini kondisinya, imbuhnya. Setelah menanyakan kabar kami pun membuka pertanyaan sejak kapan ia memulai bisnis mobilnya.

Pria 36 tahun yang juga penyuka motor Harley tersebut mengatakan bahwa ia mengawali karirnya semenjak mengenyam pendidikan semasa SMA. saya hobi banget sama dunia otomotif. Ya motor, mobil, dan balapan mas, tuturnya. Menurut icong, waktu muda, ia termasuk anak yang nakal. ndablek, kalo orang bilang, katanya sambil tertawa. Dimulai dari kegemaraanya itulah, ia banyak kenal teman yang memiliki hobi sama. Insting bisnisnya pun muncul, ketika beberapa temannya mulai minta saran soal motor dan mobil yang bagus. Malah tidak jarang banyak temannya yang minta dicarikan motor atau mobil. Ya sekalian aja saya makelarin, tutur Icong.

Faisal Taujuddin Iconk

Sebenarnya, menurut Icong, ayahnya melarang dirinya untuk melakoni bisnis jual beli mobil. Pria yang merupakan anak ke 4 dari 6 bersaudara ini mengatakan, ayahnya sebenarnya menghendaki dirinya menjadi seorang ustadz. Karena itu, sejak kecil ia dimasukkan ke pondok pesantren sejak kecil. Tapi karena saya nakal, ga betah. Makanya minta keluar dari pondok, kata Icong sambil tertawa. Begitu keluar dari pondok, ia merasakan kehidupan yang lebih bebas. saya tambah nakal mas, ujarnya. Bahkan saat menempuh bangku sma, ia sempat salah bergaul. Kalau saya ingat jaman itu, menyesal saya mas. Apalagi kalau ingat almarhum ayahnya, tutur icong lirih.

Kenakalannya menyebabkan ia harus berpindah sekolah sama sampai 4 kali. Merasa kurang dalam bidang pendidikan, ia akhirnya memutuskan tidak melanjutkan kuliahnya. Jiwa untuk menjadi pengusaha lebih kuat dari pada belajar di bangku kuliah. Ia pun mulai berbisnis dengan modal seadanya. Berjualan es tebu, nasi bungkus, bahkan sampai menjadi sopir pribadi pun pernah ia jalani. Tahun 1999, saya menjadi sopir teman sendiri. Cuma dibayar Rp 200.000, kenangnya.

Hingga akhirnya Allah menakdirkan Icong bertemu teman yang mengajak untuk membuka bisnis jual beli mobil. Menurut Icong, ia diajak berbisnis bersama, karena temannya itu tahu, ia hobi dan mengerti seluk beluk mobil.

Berawal dari itulah, kehidupannya mulai berubah hingga akhirnya ia bisa memiliki showroom mobil sendiri. Ketika ditanya suka dan duka bisnis jual beli mobil, icong tertawa. buanyak dukanya mas, ujarnya tertawa. Ia menuturkan, sebelum di showroom sekarang, ia memiliki showroom di Jl Brigjen Katamso Waru. Awalanya menurut Icong tidak ada masalah soal showroom tersebut. Tetapi ternyata, ada pihak yang menggugat kepemilikan showroom itu. Setelah ditelusuri, ternyata kawan yang menjual showroom ke Icong, memalsukan tanda tangan orang tuanya. Saya rugi sekitar 200 jutaan. Makanya kok dulu jualnya murah. Padahal lokasinya depan jalan raya, tutur Icong. Tapi Allah ternyata berkehendak lain, setelah kejadian itu, ia sekarang malah memiliki showroom yang lebih besar dari pada yang di Jl. Brigjen Katamso.

Menurut Icong dalam berbisnis, selain bertawakal kepada Allah adalah kepercayaan, kejujuran, dan selalu mengutamakan kepentingan akhirat. Karena dalam jual beli menurutnya, yang diuntungkan tidak hanya penjual dan pembeli tapi juga ada barakah Allah disitu. Menutup pembicaraan gohijrah dan Icong, ia memberikan tips dalam memilih mobil bekas.

  1. Pastikan surat-suratnya/legalitas dari mobil yang akan dibeli. Bisa melalui cek fisik di Samsat ataupun lewat website jaktor.com
  2. Saat akan mengecek mesin usahakan mengajak orang bengkel atau yang paham dengan mesin.
  3. Cek kaki-kaki mobil atau roda-rodanya dengan mencoba mobil tersebut.

KOMENTAR