Pernahkah kalian temui seseorang yang pandai berbicara, tapi diam terhadap kemungkaran? Lisannya fasih mengumbar aib saudaranya, tapi diam ketika agamanya dicela. Dari balik layar suaranya bak singa mengaung. Namun membatu, ketika yang haq harus ditegakkan. Pernahkan kalian mendapatinya, atau diri kita yang demikian? Lihai berkoar tanpa ilmu. Semoga Allah memberikan ampunan.

Jika tangan kita terluka karena sayatan pisau, mungkin cukup mengobatinya dengan betadine. Meskipun bekasnya tidak hilang, setidaknya  rasa sakit sedikit berkurang. Tapi, berbeda cerita ketika hati terluka karena perkataan. Tidak berdarah memang, namun perihnya lebih dari luka belati.

Sahabat, mungkin engkau pernah mendengar sebuah ungkapan, “Lisan itu lebih tajam dari mata pedang,” dan “Lebih berbisa dari ular.” Lisan bisa mendatangkan kebaikan juga sebaliknya. Lisan bisa membuat lebih dekat dengan surga, tapi bisa memasukkan secara paksa ke dalam neraka. Jagalah lisanmu terhadap saudaramu, dan orang-orang sekelilingmu. Berapa banyak keburukan yang terjadi karena lisan. Pertikaian, permusuhan, adu domba, dan fitnah yang menebar, bisa jadi karena kelalaian dalam menjaganya.

Bila seseorang tiba-tiba menjauh darimu, maka periksalah dirimu, mungkin ada salah kata yang terucap. Hati yang lembut tidak bisa bersahabat dengan celaan. Ada banyak pesan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjaga bibir pelontar itu.

بِحَسْبِ امْرِيْ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسلِمَ كُلٌ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ

وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

“Cukuplah seseorang dikatakan buruk jika sampai menghina saudaranya sesama muslim. Seorang muslim wajib menjaga darah, harta dan kehormatan orang muslim lainnya, (HR. Muslim no: 2564).”

ومَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam, (Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6475 dan Muslim dalam kitab Shahihnya no. 74).”

Semoga kita senantiasa menjadi orang-orang yang menjaga lisan. Wallahu musta’an.

KOMENTAR