Muayyad al-Din Abu lsmail al-Husayn bin Ah al-Tughrai (1061-1121 M), adalah seorang kimiawan dan persia pada abad ke-11.

Muayyad al-Din al-TughraI, hahir di Isfahan pada tahun 1061 M, dan merupakan seorang fisikawan sekaligus kimiawan terkemuka, seorang pujangga, serta menjabat sebagai sekretaris administratif di pemerintahan, karena itulah ia mendapatkan julukan Tughrai. Pada akhirnya menjadi pejabat paling senior kedua setelah Vizier, di bidang administrasi sipil pada masa pemerintahan Seijuki.

Di masa akhir hidupnya, ia dieksekusi secara tidak adil, menurut kebanyakan ahhi sejarah: pada tahun 1121, ia ditunjuk untuk menjabat sebagai Vizier bagi Emir Ghiyat-ul-Din Masud, dan ketika Emir wafat, terjadi perebutan kekuasaan di antara anak-anaknya. Al-Tughrai berpihak kepada anak tertua Emir, tapi ternyata yang bungsu yang menang. Sebagai balasannya, sang anak bungsu menuduh al-Tughrai telah melakukan bidah dan membuatnya dihukum pancung.

Semasa hidupnya, Al-Tughrai adalah seorang penulis yang terkenal dan cukup produktif, terutama pada bidang astrologi dan kimia, dan banyak diantara puisinya (diwan) yang masih ada hingga sekarang dalam bidang kimia. Al-Tughra'i sangat dikenal karena menulis ikhttsar berjudul Mafatih al-Rahmah wa-Masabih al-Hikmah.

Pada tahun 1112 M, ia juga menyusun sebuah buku yang berjudul: Kitab Haqa'iq al-Istishhad, sebuah sanggahan atau penolakan atas hal-hal gaib dalam ilmu kimia oleh Ibn Sina.

*Disadur dari Ensiklopedia Tokoh-Tokoh Muslim dengan pengubahan seperlunya.

Yuk bacaSiapakah Khalid ibn Yazid?

KOMENTAR