Akhir akhir ini, banyak orang yang mengeluh karena merasakan penghasilannya yang kurang. Di tengah kondisi yang semuanya serba mahal, ditambah kebutuhan bulanan yang tidak bisa ditunda, bayar listrik, air dan uang sekolah anak, membuat banyak masyarakat yang merasa hidup semakin berat. Tidak jarang bahkan yang stress dan tertekan akibat kondisi ini. Di salah satu media online bahkan disebutkan, seseorang nekat bunuh diri akibat tidak kuat membayar listrik. http://lampungnews.com/2017/05/tak-kuat-bayar-listrik-seorang-pria-gantung-diri-pesannya-bikin-terenyuh/ Waiyyaudzubillah.

Untuk mengatasi kondisi seperti itu, tidak jarang banyak orang yang melakukan jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada yang nekat mencuri, maling, copet atau rampok. Yang penting masalah mereka selesai apapun caranya. Mereka lupa, bahwa Allah telah menjamin rezeki untuk hambanya dan rezeki itu tidak akan mungkin tertukar dengan orang lain.

Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS. Al Isra: 30)

Jalan jalan pintas yang mereka ambil disebabkan karena kurangnya ketaatan dan kepercayaan kepada Allah. Mereka lupa, dari Allah lah semua itu berasal. Bahkan bayi dalam kandunganpun, sudah mendapat rezekinya melalu tali pusar ibunya.

Seandainya orang orang yang merasa tertekan tadi mau lebih mendekatkan diri kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan jalah keluar dan rezeki yang berasal dari jalan yang tidak di duga duga. Sesuai dengan firman Allah di surat at-Thalaq ayat 3

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Suatu ketika Hasan al-Bashri (seorang tabi'in dan ulama di masa kekhalifahan umayyah, red) pernah ditanya oleh seseorang mengenai kemiskinannya. Kemudian beliau meminta orang tersebut untuk banyak beristighfar kepada Allah.

Di lain waktu, beliau kedatangan seseorang yang meminta beliau untuk mendoakan agar diberi keturunan. Beristighfarlah kepada Allah, jawab Hasan Al-Bashri menanggapi permintaan orang tersebut. Kemudian, ada orang lain yang mengeluhkan kebunnya kering. Lagi lagi beliau, Hasan Al-Bashri meminta orang tersebut untuk banyak banyak beristighfar kepada Allah.

Melihat hal ini, murid Hasan Al-Bahsri penasaran dan menanyakan kepada gurunya. Kenapa setiap masalah yang diadukan kepadanya jawabannya hanya satu, istighfar. Menjawab Hasan Al-Bashri, Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh 10-12, Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai

Karena itu sahabat gohijrah.com perbanyaklah istighfar, agar apa yang kita harapkan, dikabulkan oleh Allah Jalla Jalaluhu dan yakinlah, awal pasti memberikan jalan keluar ketika kita taat dan patuh kepada-Nya. Semoga kita juga terhindar dari tipu daya setan dikala iman kita menurun.

Jika artikel ini dirasa bermanfaat, silahkan di share di akun sosial sahabat. Jangan lupa like fanpage kami dan IG:@go.hijrah

KOMENTAR