Hampir semua anak adam berhutang. Mulai dari yang skala kecil sampai besar. Bahkan di dunia bisnis, ada adagium, untuk membesarkan bisnis, ya harus hutang. Lalu bagaimana Islam memandang hutang ini.

Berhutang memang diperbolehkan dalam Islam. Akan tetapi, Nabi Muhammad memberikan peringatan tegas kepada umatnya, agar melunasi hutang. Disebabkan karena pentingnya soal hutang ini, Nabi bahkan mengatakan “Jiwa orang mukmin bergantung pada hutangnya hingga dilunasi.” (HR. Ibnu Majah II/806 no.2413, dan At-Tirmidzi III/389 no.1078)

Nah bagaimana jika kita sudah terlanjur berhutang, hutang kita banyak, dan belum memiliki kemampuan untuk melunasinya? Nabi yang mulia mengajarkan kepada kita untuk berdoa agar kita dihindarkan dari hutang dan diberikan kemampuan untuk melunasinya.

Berikut adalah doa yang Nabi Muhammad bisa diamalkan sebelum tidu untuk mengatasi masalah beban hutang.

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ

Artinya:

“Ya Allah, Rabb yang menguasai langit yang tujuh, Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu. Rabb yang membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah, Rabb yang menurunkan kitab Taurat, Injil dan Furqan (Al-Qur’an). Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau memegang ubun-ubunnya (semua makhluk atas kuasa Allah). Ya Allah, Engkau-lah yang awal, sebelum-Mu tidak ada sesuatu. Engkaulah yang terakhir, setelahMu tidak ada sesuatu. Engkau-lah yang lahir, tidak ada sesuatu di atasMu. Engkau-lah yang Batin, tidak ada sesuatu yang luput dari-Mu. Lunasilah utang kami dan berilah kami kekayaan (kecukupan) hingga terlepas dari kefakiran.” (HR. Muslim no. 2713)

Selain berdoa, kita juga harus berikhtiar untuk lepas dari jerat hutang. Ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk melepaskan diri dari hutang. Berikut ini tipsnya

  1. Optimis Hutang akan Lunas

Yang pertama, kita harus membuang perasaan negatif. Kita harus optimis hutang bisa dilunasi. Bukankan Allah jalla jalaluhu mengatakan dalam firman-Nya, “barang siapa yang bertawakal pada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar. Dengan doa dan ikhtiar, kita pasti akan keluar dari jeratan hutang.

  1. Banyak Bersedekah

Kok bisa? Bukannya bersedekah itu mengeluarkan harta. Bukannya dengan keluarnya harta, maka harta kita akan berkurang. Ini tidak salah jika menggunakan logika manusia. Akan tetapi, sebagai seorang muslim, apalagi mukmin, kita harus percaya kepada janji Allah. Dalam al-quran Allah mengatakan “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261) Nah sudah jelaskan, dengan kita mengeluarkan harta di jalan Allah, bukan berkurang harta kita, tapi Allah pasti akan menambahnya.

  1. Bertekad untuk Melunasi Hutang secara Sistematis

Apabila kita telah sudah pasrah dan tawakal kepada Allah, maka tibalah saat untuk kita menyusun rencana pelunasan hutang-hutang kita dengan baik. Karena itu kita perlu bertemu dengan pihak yang memberikan hutang dan membuat jadwal hutang yang sesuai dengan kemampuan kita. Hadapilah mereka dengan cara yang baik sebagaimana kita dulu baik saat hendak berhutang. Ingat janji Allah, pasti Allah akan memberikan jalan keluar.

KOMENTAR