Banyak cara mengungkapkan rasa cinta suami kepada istri untuk membuktikan dirinya adalah suami yang terbaik. Ada yang bekerja keras bekerja untuk memenuhi keinginan istrinya dan ada juga yang berusaha mengajak istrinya ke tempat tempat yang romantis demi membahagiakannya. Apakah itu salah? Tidak. Tidak ada yang salah. Sebagai suami, wajar saja mengungkapkan perasaannya kepada sang istri. Dengan bentuk apapun juga.

Lalu bagaimana Islam mengajarkan kita menjadi suami yang terbaik, dalam sudut pandang Islam, ini yang terpenting. Rasul kita yang mulia, sebagai suri teladan telah memberikan contoh, bagaimana menjadi suami yang terbaik itu. Ternyata dalam islam, menjadi suami yang terbaik itu sederhana, yaitu membantu urusan rumah tangga sang istri.

Dari Al-Aswad, ia bertanya pada ‘Aisyah

 

عَنِ الأَسْوَدِ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ مَا كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصْنَعُ فِى أَهْلِهِ قَالَتْ كَانَ فِى مِهْنَةِ أَهْلِهِ ، فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ

, “Apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan ketika berada di tengah keluarganya?” ‘Aisyah menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membantu pekerjaan keluarganya di rumah. Jika telah tiba waktu shalat, beliau berdiri dan segera menuju shalat.” (HR. Bukhari, no. 6039)

Dalam Syarh Al-Bukhari karya Ibnu Batthol rahimahullah disebutkan bahwa Al-Muhallab menyatakan, inilah pekerjaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumahnya. Hal ini wujud tanda ketawadhu’an (kerendahan hati) beliau, juga supaya umatnya bisa mencontohnya.

Karenanya termasuk sunnah Nabi, hendaklah seseorang bisa mengurus pekerjaan rumahnya, baik menyangkut perkara dunia dan agamanya.

As-Sindi rahimahullah dalam catatan kaki untuk Shahih Al-Bukhari menyatakan bahwa membantu urusan rumah termasuk kebiasaan (sunnah) orang-orang shalih.

Ketawadhu’an inilah yang nanti akan membuat Allah meninggikan derajat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

Tidaklah seseorang tawadhu’ (merendahkan hati) karena Allah melainkan Dia akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim, no. 2588)

Membantu pekerjaan istri di rumah, akan membuat istri semakin mencintai suami. Tidak percaya? Coba saja ketika istri memasak, suami ikut memotong sayur atau dagingnya. Begitu juga ketika istri mencuci, suami ikut membantu mengeringkan dan menjemurnya. Termasuk juga dalam mengurus anak-anak. Jika hal itu dilakukan bersama sama, niscaya, keharmonisan keluarga akan terwujud.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik pada keluarganya. Aku sendiri adalah orang yang paling baik pada keluargaku.” (HR. Tirmidzi, no. 3895. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Nah sudah tahu kan sekarang kriteria suami terbaik menurut islam? Resepnya ternyata sederhana. Semoga kita bisa menjadi suami yang bisa melindungi istri dan menjadi imam di dalam rumah tangga kita.

KOMENTAR