Menjadi anak juragan toko emas, tidak membuat kehidupan Kukuh Setiawan berjalan mulus. Jatuh bangun berbisnis pernah ia jalani. Bahkan ia pernah jatuh hingga merugi miliaran rupiah. Stres selama 8 bulan, alhamdulillah akhirnya ia bangkit dan mengelola bisnis kedai kopinya hingga sekarang.

 

]

Koko di Kedai Kopivator

Kedai kopi bernama kopivator malam itu terlihat sesak. Maklum, ruangan yang tidak seberapa luas itu ditempati oleh banyak anak muda yang nongkrong dan berdiskusi di dalamnya. Kedai kopi yang beralamat di Jalan Pucang Anom Timur 3 No 7 itu memang sedikit berbeda dengan warung kopi lainnya. Biasanya di warung kopi lain, pengunjung asyik dan sibuk dengan gadget masing-masing. Tapi di kopivator, kebanyakan pengunjung menggunakan waktunya dengan diskusi dan ngobrol ringan. saya ingin setiap pengunjung ngobrol dan kenal sama saya, ujar Kukuh atau yang biasa dipanggil Om Koko.

Selain itu, yang membedakan kopivator dengan warung kopi lainnya, adanya kata kata motivasi yang bertebaran di sekitar kedai kopi. Maklum, nama kedai ini diambil dari dua kata yang digabungkan, kopi dan motivator. harapannya sih, pengalaman pribadi saya bisa menjadi motivasi bagi banyak orang, tuturnya.

Membuka kedai kopi bukanlah bisnis pertama koko. Jauh sebelum memulai bisnis kopi, selepas kuliah di ekonomi Unair tahun 2000, ia merintis bisnisnya dengan menjadi agen pupuk. Awalnya bisnis yang ia jalankan bersama rekannya berjalan mulus. Omset dan pendapatan meningkat seiring berjalannya waktu. Akan tetapi lambat laun ia merasakan ada yang janggal dengan bisnisnya. Uang tagihan hasil penjualan mulai sering terlambat, permintaan pupuk juga semakin berkurang. Setelah diinvestigasi, ternyata yang selama ini dilaporkan tidak sesuai dengan kondisi dilapangan. laporannya bilang pembeli belum bayar. Tapi ketika saya datangi, pembeli bilang sudah bayar. Uangnya tidak masuk ke perusahaan, katanya lirih. Akibat rekan yang tidak amanah, hancurlah bisnis agen pupuk yang ia rintis. Sejumlah uang, inventaris perusahaan dan kendaraan pun banyak yang hilang dan untuk menutup hutang. kerugian saya sekitar semiliar mas, ungkapnya.

Kejadian itu membuat ia stres dan depresi. Maklum tidak semua modal yang ia gunakan berasal dari kantung pribadi. Ada yang dari pinjaman orang tua dan lembaga keuangan. Selama 8 bulan ia mengurung diri di rumah. Tidak berani keluar dan tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas apapun.

Meskipun kondisi terpuruk tetapi orang tua dan istrinya tetap memberi semangat untuk segera bangkit. Semua nasihat postif saya terima. Alhamdulillah akhirnya saya memutuskan untuk bangkit, ujar Koko.

Mencoba bangkit, Koko akhirnya membantu bisnis orang tuanya berjualan perhiasan emas. Merasa berjualan emas bukan bidangnya, ia memutuskan untuk merintis bisnis sendiri. Di tahun 2008 akhirnya ia memulai bekerja dibidang Event Organizer (EO). Awalnya ia bekerja dulu di EO yang sudah mapan, hingga akhirnya ia bisa memilik EO sendiri. Selain memiliki EO, Koko juga membuka warung bebek goreng untuk menambah penghasilan. ya itung-itung income tambahan lah, ujarnya. Rupanya usaha bebek gorengnya tidak bertahan lama. Hanya dalam hitungan bulan, warung bebeknya tutup. Ia pun memutuskan untuk focus di bidang EO.

Ide membuka kedai kopi muncul ketika ia melihat banyaknya warung kopi menjamur di Surabaya. Kecintaan dan kesukaanya menyeruput kopi menguatkan tekadnya untuk membuka warung kopi sendiri. saya berusaha mencari artikel, tutorial, dan seorang guru yang bisa membimbing untuk menjadi seorang barista (peracik kopi, -red), ungkapnya. Melalui ikhtiar dan doa, akhirnya Koko bertemu dengan seorang barista yang mau ngajari dirinya untuk memilih dan meracik kopi.

Dimulai dengan uang 2 juta, ia menyulap garasi sebagai kedai kopi. Ia juga menggratiskan kopi racikannya selama sebulan untuk memancing pembeli. Tidak disangka antusiasme pengunjung sangat besar tetapi karena lokasi yang sempit, pengunjung kedainya pun terbatas.

Kopivator dipilih sebagai nama kedai kopinya. Ia beralasan, pemilihan nama tersebut didasari keinginan agar kedainya tidak hanya tempat untuk menikmati kopi saja, tetapi juga sebagai tempat sharing, berdiskusi dan berbagi ilmu yang bermanfaat. biasanya di warung kopi kan cuma dibuat main game atau ngobrol yang ga bermanfaat, tuturnya.

Koko juga menyiapkan buku-buku yang bisa dibaca di tempat atau dipinjam untuk dibawa pulang. Tidak hanya buku motivasi dan pengembangan diri, Koko bahkan menyiapkan buku-buku agama sebagai bahan bacaan.

Menginjak bulan ke-11 di tahun 2014, Koko akhirnya bisa memperluas kedainya. Yang awalnya hanya muat untuk 10 orang, kini bisa menjadi lebih dari 30 orang. Menu yang disajikan pun semakin bervariasi tidak hanya kopi hitam tapi juga Choco Oreo, Mie Instan dan lainnya.

Koko (kanan) bersama dengan vokalis Maliq & D'Essentials, Angga Puradirdja

Pelayanan yang ramah dan harga yang bersahabat membuat kedai yang buka mulai pukul 19.00-01.00 setiap harinya selalu dipadati pengunjung. Bahkan Koko tidak jarang menemani dan ikut berdiskusi bersama pengunjung yang datang.

Dengan omset sekitar 500 ribu perhari, bisnis kopinya semakin maju pesat. Bahkan ia saat ini sering menerima tawaran talkshow soal kopi dan motivasi di berbagai tempat. Mengakhiri percakapan dengan tim gohijrah.com Koko memberikan beberapa tips memilih sebuah coffe yang baik:

  1. Diusahakan memilih coffe yang shangrai nya satu bulan.
  2. Jangan menambah coffe dengan tambahan gula, karena kalau ada tambahan gula maka akan kelebihan gas karbondioksida.

Ia juga menjelaskan manfaat kopi kepada tim gohijrah.com yaitu:

  1. Untuk melancarkan darah
  2. Untuk kecing manis dan diabetes
  3. Untuk mencegah kolesterol (coffe Arabica yang fresh roosting)

Untuk meminum kopi pun menurutnya ada aturannya, yaitu sarapan dulu sebelum meminum kopi untuk mencegah asam lambung dan sebaiknya meminum kopi diatas jam 10.00 pagi. Tips berbisnis adalah modal itu urutan kesekian tapi yakinlah dengan apa yang ingin kita lakukan. Selain itu kita juga harus paham dengan usaha dan produk yang akan kita geluti. Yakin dan berdoa kepada Allah karena kalau kita mau berusaha kita akan dimudahkan semuanya, ungkapnya menutup pembicaraan.

 

KOMENTAR