Allah tidaklah mensyariatkan sesuatu melainkan ada hikmahnya. Baik itu dari segi religius maupun ilmiah. Begitu pula puasa, tentu saja mengandung manfaat yang sangat besar jika kita mau menelaahnya.

Seorang ahli kesehatan Amerika, McFadon, dia berkata, “Setiap orang perlu puasa, karena kalau tidak maka ia akan sakit. Karena racun makanan berkumpul dalam tubuh dan membuatnya seperti orang sakit, memberatkan tubuhnya, dan mengurangi vitalitasnya. Apabila ia berpuasa, maka berat badannya menurun, dan racun-racun ini terurai daritubuhnya dan keluar, sehingga tubuhnya menjadi bersih secara sempurna, lalu bobot tubuhnya akan kembali naik, dan sel-selnya kembali baru dalam waktu tidak lebih dari 20 hari setelah berhenti puasa. Pada saat itu ia merasakan vitalitas dan kekuatan yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya.”

Prof. Nicko Lev menulis dalam bukunya Hungry for Healthy, “Setiap orang harus berpuasa dengan berpantang makan selama empat minggu setiap tahun, agar ia memperoleh kesehatan yang sempurna sepanjang hidupnya.”

Sedangkan penulis buku Man the Unknown, Alexis Carrel, pemenang hadiah Nobel di bidang kedokteran, dia berkata, Banyaknya porsi makanan dapat melemahkan fungsi organ, dan itu merupakan faktor yang besar bagi berdiamnya jenis-jenis kuman dalam tubuh. Fungsi tersebut adalah fungsi adaptasi terhadap porsi makanan yang sedikit… gula pada jantung bergerak, dan bergerak pula lemak yang tersimpan dalam kulit. Semua organ tubuh mengeluarkan zat khususnya untuk mempertahankan keseimbangan internal dan kesehatan jantung. Puasa benar-benar membersingkan dan pengganti jaringan tubuh kita.

Inilah beberapa komentar dari ilmuan barat. Selain itu masih ada manfaat lain lagi jika kita tinjau lebih jauh. Misal dari segi waktu puasa yang hanya 29/30 hari, tidak pernah sampai 31 hari atau wishal.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dreanik dkk. pada tahun 1964 mencatat sejumlah penyakit komplikasi kritis akibat berpuasa lebih dari 31 hari (wishal).

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah jauh-jauh hari melarang ini, sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadis,

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْوِصَالِ قَالُوا إِنَّكَ تُوَاصِلُ قَالَ إِنِّي لَسْتُ كَهَيْئَتِكُمْ إِنِّي أُطْعَمُ وَأُسْقَى

Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya] ia berkata, saya telah membacakan kepada [Malik] dari [Nafi’] dari [Ibnu Umar] radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang puasa Wishal, maka para sahabat pun berkata, “Bukankah Anda sendiri melakukan puasa Wishal?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya saya tidaklah sebagaimana kalian, karena saya diberi makan dan minum (oleh Rabb-ku).  [HR. Muslim No.1844].

 

Kemudian jika ditinjau dari segi makan sahur dan berbuka, menurut penelitian para ahli ini merupakan waktu yang efektif untuk menyuplai asam lemak dan amino. Kekurangan dua zat ini akan membahayakan tubuh terutama akan terjadi gangguan pada hati.

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewanti hal ini,

Umatku akan baik-baik saja selama mereka menyegerakan buka puasa dan mengakhirkan sahur.” (Diriwayatkan Ahmad dari Abu Dzar).

 

Dan untuk tambahan, beberapa manfaat puasa bagi kesehatan adalah,

 

  1. Memperbaiki susunan syaraf dan membuat tubuh rileks
  2. Akan terjadi pembersihan di usus selama kita berpuasa, juga mengurai zat-zat yang kotor mengendap dalam tubuh
  3. Memperbaiki vitalitas dan fungsi organ tubuh, juga kesemibangan stabilitas darah dan cairan tubuh lainnya
  4. Memperbarui sel-sel dalam tubuh serta meremajakan dan memprbagus kulit
  5. Menguatkan fungsi indera pada tubuh dan meningkatkan IQ
  6. Memperbaiki fungsi pencernaan

KOMENTAR