Bagi seorang muslim, berpuasa di bulan Ramadan adalah sebuah kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan, kecuali karena ada udzur syari seperti, haid, sakit, hamil, menyusui, dan sebagainya. Diantara dalil mengenai wajibnya puasa adalah firman AllahTaala yaitu,

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al Baqarah : 183) Adz Dzahabi sampai-sampai mengatakan, Siapa saja yang sengaja tidak berpuasa Ramadhan, bukan karena sakit (atau udzur lainnya, -pen), maka dosa yang dilakukan lebih jelek dari dosa berzina, lebih jelek dari dosa menegak minuman keras, bahkan orang seperti ini diragukan keislamannya dan disangka sebagai orang-orang munafik dan sempalan. (Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq, 1/434, Mawqi Yasub, Asy Syamilah)

Akan tetapi, saat ini banyak kita lihat kaum muslimin yang meremehkan pentingnya kewajiban berpuasa. Bahkan mereka yang tidak berpuasa sudah berani secara terang terangan melanggar syariat yang mulia ini.

Sebagai peringatan bagi kaum muslimin yang masih malas untuk berpuasapada bulan Ramadan ini, berikut kisah dari sahabat Abu Umamah Al Bahiliradhiyallahu anhu sebagai pelajaran yang bisa kita petik hikmahnya.

Abu Umamah menuturkan bahwa beliau mendengar Rasulullahshallallahu alaihi wa sallambersabda,

Ketika aku tidur, aku didatangi oleh dua orang laki-laki, lalu keduanya menarik lenganku dan membawaku ke gunung yang terjal. Keduanya berkata, Naiklah. Lalu kukatakan, Sesungguhnya aku tidak mampu. Kemudian keduanya berkata,Kami akan memudahkanmu. Maka aku pun menaikinya sehingga ketika aku sampai di kegelapan gunung, tiba-tiba ada suara yang sangat keras. Lalu aku bertanya,Suara apa itu? Mereka menjawab,Itu adalah suara jeritan para penghuni neraka.

Kemudian dibawalah aku berjalan-jalan dan aku sudah bersama orang-orang yang bergantungan pada urat besar di atas tumit mereka, mulut mereka robek, dan dari robekan itu mengalirlah darah. Kemudian aku (Abu Umamah) bertanya,Siapakah mereka itu? Rasulullahshallallahu alaihi wa sallammenjawab,Mereka adalah orang-orang yang berbuka (membatalkan puasa) sebelum tiba waktunya. (HR. Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya 7/263, Al Hakim 1/595 dalam mustadroknya)

Dari riwayat tersebut, terlihat betapa mengerikannya acaman bagi orang yang meninggalkan kewajiban puasa tanpa alasan yang dibolehkan agama. Bagaimana jika meninggalkan puasa hingga sebulan penuh, mulai awal hingga akhir Ramadan?

Semoga kita dijauhkan dari sifat malas berpuasa dan diberikan kemudahan menjalankan puasa tahun ini.

Bantu kami dengan like fanpage gohijrah.com dan share artikel ini jika dirasa bermanfaat

KOMENTAR