Tidak hanya Al-Qur’an, hadis dari Nabi pun banyak mengabarkan tentang neraka. Bahkan lebih detail dan rinci. Tentang seberapa panas neraka, seberapa dalamnya, hingga kondisi penghuninya.

Berikut adalah riwayat dari Abu Hurairah tetang panasnya neraka Jahannam,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِي يُوقِدُ ابْنُ آدَمَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ قَالُوا وَاللَّهِ إِنْ كَانَتْ لَكَافِيَةً يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّهَا فُضِّلَتْ عَلَيْهَا بِتِسْعَةٍ وَسِتِّينَ جُزْءًا كُلُّهَا مِثْلُ حَرِّهَا

Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Nabi Muhammad SAW telah bersabda, ‘Api yang dinyalakan oleh manusia di dunia ini hanya sepertujuhpuluh panas neraka Jahanam di akhirat kelak” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, sesungguhnya api di dunia ini sudah cukup panas bagi kami.” Lalu Rasulullah SAW bersabda, “Api di dunia ini ditambah enam puluh sembilan kali panas yang sama pada setiap masing-masing dari enam puluh sembilan kali tersebut, bila dibandingkan dengan panas api neraka.” {Muslim 8/149-150)

Jika kita mau merenung, betapa dahsyat dan mengerikannya api neraka. Jika dibandingkan api di dunia itu sungguh jauh berkali-kali lipat panasnya. Api di dunia tidak ada apa-apanya.

Mungkin di antara kita pernah menyaksikan peristiwa kebakaran. Api yang bergejolak dan menggelegak, melalap hangus semua bangunan, panasnya bukan main. Itu hanya 1 kali lipat dibanding api neraka. Bayangkan berapa panasnya?

 

Masih dari Abu Hurairah,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ سَمِعَ وَجْبَةً فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَدْرُونَ مَا هَذَا قَالَ قُلْنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ هَذَا حَجَرٌ رُمِيَ بِهِ فِي النَّارِ مُنْذُ سَبْعِينَ خَرِيفًا فَهُوَ يَهْوِي فِي النَّارِ الْآنَ حَتَّى انْتَهَى إِلَى قَعْرِهَا

Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Kami pernah bercengkrama bersama Rasulullah SAW. Tiba-tiba Rasulullah mendengar suara keras seperti suara sesuatu terjatuh. Lalu beliau bertanya, ‘Tahukah kalian, suara apakah itu?’ Abu Hurairah berkata, “Kemudian kami pun menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.’ Rasulullah SAW bersabda, “itu adalah suara batu yang dilemparkan ke dalam neraka sejak tujuh puluh tahun yang lalu. Dan sekarang batu itu berada di dalam neraka hingga sampai ke dasarnya” {Muslim 8/150}

 

Sungguh, betapa dalamnya neraka. Bahkan umur kita sebagai umat nabi muhammad yang notabene hanya sampai 60-an tahun belumlah cukup untuk mengukur kedalaman neraka.

 

 عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا مَنْ لَهُ نَعْلَانِ وَشِرَاكَانِ مِنْ نَارٍ يَغْلِي مِنْهُمَا دِمَاغُهُ كَمَا يَغْلِ الْمِرْجَلُ مَا يَرَى أَنَّ أَحَدًا أَشَدُّ مِنْهُ عَذَابًا وَإِنَّهُ لَأَهْوَنُهُمْ عَذَابًا

Dari An-Nu’man bin Basyir RA, dia berkata, “Rasulullah SAW telah bersabda,‘Sesungguhnya siksa penghuni neraka yang paling ringan adalah seseorang yang dipakaikan sepasang terompah yang terbuat dari api hingga otaknya mendidih sebagaimana mendidihnya air yang sedang direbus. Pada saat itu, orang tersebut mengira bahwasanya dialah orang yang mendapat siksaan yang paling pedih, padahal ia adalah penghuni neraka yang paling ringan siksanya.”” {Muslim 1/135}

 

Jika memakai sandal dari api neraka adalah siksaan yang paling ringan? Lalu bagaimana siksaan yang paling berat? Padahal siksaan yang demikian saja sungguh pedih dan menyengsarakan.

 

عن أَبي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَحَاجَّتْ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ فَقَالَتْ النَّارُ أُوثِرْتُ بِالْمُتَكَبِّرِينَ وَالْمُتَجَبِّرِينَ وَقَالَتْ الْجَنَّةُ فَمَا لِي لَا يَدْخُلُنِي إِلَّا ضُعَفَاءُ النَّاسِ وَسَقَطُهُمْ وَغِرَّتُهُمْ قَالَ اللَّهُ لِلْجَنَّةِ إِنَّمَا أَنْتِ رَحْمَتِي أَرْحَمُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ مِنْ عِبَادِي وَقَالَ لِلنَّارِ إِنَّمَا أَنْتِ عَذَابِي أُعَذِّبُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ مِنْ عِبَادِي وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْكُمَا مِلْؤُهَا فَأَمَّا النَّارُ فَلَا تَمْتَلِئُ حَتَّى يَضَعَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى رِجْلَهُ تَقُولُ قَطْ قَطْ قَطْ فَهُنَالِكَ تَمْتَلِئُ وَيُزْوَى بَعْضُهَا إِلَى بَعْضٍ وَلَا يَظْلِمُ اللَّهُ مِنْ خَلْقِهِ أَحَدًا وَأَمَّا الْجَنَّةُ فَإِنَّ اللَّهَ يُنْشِئُ لَهَا خَلْقًا

Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW telah bersabda, ‘Surga dan neraka saling berbangga diri. Neraka berkata, ‘Aku diberi prioritas sebagai tempat orang-orang yang sombong dan orang-orang perkasa yang bengis.’ Surga berkata, “Aku hanya akan dimasuki orang-orang yang lemah, orang-orang yang tidak cinta dunia, dan orang-orang yang baik?” Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’alaberfirman kepada surga, “Sesungguhnya kamu hai surga, adalah rahmat-Ku yang denganmu Aku memberikan rahmat kepada hamba-hamba-Ku yang Aku kehendaki.” Lalu Allah Subhanahu wa Ta’alaberkata kepada neraka, “Sesungguhnya kamu hai neraka, adalah siksa-Ku yang denganmu Aku menyiksa hamba-hamba-Ku yang Aku kehendaki. Dan masing-masing di antaramu akan memiliki penghuni.” Neraka tidak akan pernah penuh hingga Allah subhanahu wa Ta’ala menginjakkan kaki-Nya. Setelah itu, neraka akan berkata, “Cukup! Cukup! Cukup!” Itu berarti neraka menjadi penuh sesak dengan injakan tersebut, hingga para penghuninya saling berhimpitan. Allah tidak akan berbuat zhalim kepada seorang hamba-Nya. Selain itu, Allah juga akan menciptakan surga untuk para penghuninya.” {Muslim 8/151}

 

Hadis ini menegaskan kepadda kita tentang kriteria orang-orang yang akan masuk ke dalam neraka. Beberapa di antaranya adalah orang yang sombong, juga orang yang kuat namun berwatak bengis. Maka merekalah yang menjadi kayu bakar neraka.

Demikianlah beberapa dalil dari hadis Nabi shallallahu alaihi wa sallam tentang neraka. Dan masih banyak lagi dalil-dalil lain yang belum bisa kami sebutkan. Wallahu musta’an.

KOMENTAR