Sebagian orang mengira perkara agama adalah perkara yang sepele. Menganggap itu hanya hal remeh. Bahkan kadang ada yang tidak peduli dan cuek saja. Hingga sampai benar-benar meninggalkannya. Padahal perkara ini adalah perkara yang agung. Perkara yang penting dan utama. Apalagi dalam kehidupan seorang Muslim. Ini merupakan hal yang prinsipil.

Bukanlah hal yang aneh pada suatu ketika, kita melihat orang yang murtad dari Islam. Dikarenakan lemahnya iman yang ada dalam dirinya. tanpa pernah berpikir akibat apa yang dia terima saat melepaskan diri dari Islam. Padahal, jika mau menelusuri firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 19,

 

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. (Ali Imran: 19)

Jelas, bahwa hanya Islam lah agama yang diridhai oleh Allah ta’ala. Lalu mengapa mereka meninggalkan agama yang sudah Allah jamin kebenarannya? Tidaklah itu terjadi melainkan hawa nafsu lebih mereka pilih untuk kesenangan mereka.

Lalu apa balasan bagi orang-orang yang murtad?

 

وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah: 217)

 

Pun demikian firman Allah dalam surah An-Nisa: 137,

 

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلًا

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kemudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus. (An-Nisa: 137)

 

Ibnu Abu Hatim berkata tentang potongan ayat ini; kemudian bertambah kekafirannya, maksudnya adalah mereka kafir berkepanjangan hingga mati. Begitu pula yang dikatakan oleh Mujahid.

Mereka itulah orang-orang yang tidak mendapat ampunan dari Allah ta’ala. Dan tidak pula mendapat petunjuk.

Dalam Surah lain Allah juga berfirman,

 

إِنَّ الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى ۙ الشَّيْطَانُ سَوَّلَ لَهُمْ وَأَمْلَىٰ لَهُمْ .ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لِلَّذِينَ كَرِهُوا مَا نَزَّلَ اللَّهُ سَنُطِيعُكُمْ فِي بَعْضِ الْأَمْرِ ۖ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِسْرَارَهُمْ . فَكَيْفَ إِذَا تَوَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ.ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ اتَّبَعُوا مَا أَسْخَطَ اللَّهَ وَكَرِهُوا رِضْوَانَهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

 

Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): “Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan”, sedang Allah mengetahui rahasia mereka. Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat mencabut nyawa mereka seraya memukul-mukul muka mereka dan punggung mereka? Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan karena mereka membenci keridhaan-Nya, sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka. (Muhammad: 25-28)

 

Maka semoga kita tetap menjaga keimanan kita kepada Allah ta’ala. Tetap istiqamah berada di jalan-Nya. Dan semoga kita mati dalam keadaan menggenggam tauhid kepada Allah. Mati sebagai seorang Muslim yang berpegang teguh kepada agamanya.

KOMENTAR