Saat hendak memasuki bulan Dzulhijah seperti sekarang ini, ramai berseliweran informasi di grup chat atau di media sosial mengenai larangan memotong rambut dan kuku bagi yang hendak berkorban. Informasi tersebut bahkan diberi tambahan tanggal, kapan terakhir seseorang boleh memotong rambut dan kukunya. Benarkah demikian?

Ternyata ada tiga pendapat ulama mengenai hal ini. Yang pertama hukumnya haram, yang kedua makruh, dan yang ketiga mubah, atau boleh saja. Yuk kita simak pendapat masing-masing ulama tersebut.

Pendapat Pertama

Sa’id bin Al Musayyib, Robi’ah, Imam Ahmad, Ishaq, Daud dan sebagian murid Imam Asy Syafi’i mengatakan bahwa larangan memotong rambut dan kuku (bagi shohibul qurban) dihukumi haram sampai hewan qurban disembelih.

Misal seseorang menyembelih hewan qurban pada tanggal 11 Dzulhijah, larangan tersebut hanya berlaku sampai tanggal tersebut. Pendapat pertama ini didasari oleh hadist Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diriwayatkan oleh al Jama’ah kecuali Al Bukhari yaitu dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha,

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

“Jika kalian telah menyaksikan hilal Dzul Hijah (maksudnya telah memasuki satu Dzulhijah, pen) dan kalian ingin berqurban, maka hendaklah shohibul qurban membiarkan (artinya tidak memotong) rambut dan kukunya.

مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ فَإِذَا أُهِلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ

“Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berqurban.

Pendapat Kedua

Pendapat ini adalah pendapat Imam Asy Syafi’i dan murid-muridnya. Pendapat kedua ini menyatakan bahwa larangan tersebut adalah makruh tanzih (makruh tanzih adalah makruh yang lebih dekat ke arah boleh, red)

Pendapat Ketiga

Yaitu pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Malik dalam salah satu pendapatnya menyatakan tidak makruh sama sekali.

Pendapat yang lebih kuat adalah pendapat pertama, berdasarkan larangan yang disebutkan dalam hadits di atas dan pendapat ini lebih berhati-hati. Larangan di sini termasuk mencukur habis, memendekkannya, mencabutnya, membakarnya, atau memotongnya dengan bara api. Sedangkan rambut yang dilarang dipotong adalah bulu ketiak, kumis, bulu kemaluan, rambut kepala dan juga rambut yang ada di badan.

Menurut ulama Syafi’iyah, hikmah larangan di sini adalah agar rambut dan kuku tadi tetap ada hingga qurban disembelih, supaya makin banyak dari anggota tubuh ini terbebas dari api neraka.

Jadi kapan batas untuk memotong rambut dan kuku? Sesuai kalender tanggal 22 Agustus adalah akhir bulan Dzulqo’dah dan besoknya sudah masuk tanggal 1 Dzulhijah dimana  tanggal itu dilarang untuk memotong rambut dan kuku. Jadi bagi sahabat hijrah yang berniat untuk berqurban dan berencana memotong rambutnya, silahkan potong rambut dan cukur kumis sebelum tanggal 22 Agustus.

disarikan dari https://rumaysho.com

KOMENTAR