Anak adalah anugerah dari Allah Swt. Yang harus dijaga dan dirawat dengan baik. Sejak di dalam kandungan sampai dilahirkan. Dalam proses perkembangannya masih butuh waktu dalam mendidiknya.Pendidikan yang baik adalah dengan menanamkan akhlaq yang baik secara kuat dan kokoh ke dalam jiwa anak. Sehingga ia mampu menolak syahwat yang jelek. Dan hanya menjadikan menjadikan jiwa yang baik dan merasa nyaman dalam kehidupannya.

Sebagai orang tua muslim, adalah kewajiban kita untuk mengikuti petunjuk Nabi di setiap kehidupan anak. Terlebih tentang tata cara mendidik anak.Ada beberapa pesan Rasullullah tentang tata cara mendidik anakbaik secaraislami.

Rasullullah SAW bersabda:Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah.

Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailah-illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.(syabul Iman, juz 6, hal. 398 dari Ibn abbas)

Berdasarkan Hadist Nabi di atas, maka,dalam kitab Al Amali hal.475, Imam Al Baqir dan Imam ash Shadiq raadiyallahu anhuma berkata, tahapan untuk mengenalkan Allah kepada anak adalah:

Pada usia 3 tahun, ajarkan kepadanya kalimah Tauhid, Laila ha illallah sebanyak tujuh kali. Dan pada usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan kepadanya kalimah Muhammad Rasullullah.

Setelah anak usia 5 tahun dan telah memahami arah, maka coba tanyakan mana bagian kanan dan kirinya. Lalu ajarkan padanya arah kiblat dan mulailah mengajaknya shalat. Pada usia tujuh tahun ajaklah ia untuk membasuh muka dan kedua telapak tangannya dan minta padanya untuk melakukan salat.

Tata cara berwudhu secara penuh boleh diajarkan pada usia 9 tahun. Kewajiban untuk melakukan salat serta pemberian hukuman bila meninggalkannya sudah dapat di terapkan pada usia dini. Karena pada usia ini anak biasanya sudah pandai memahami akan urutan, aturan dan tata tertib.

Saat anak mendekati usia baligh, maka wajib bagi orang tua untuk mmengenalkannya dengan puasa serta mewajibkan salat. Selain itu juga memerintahkan padanya untuk mencari ilmu, menghafal Al-Quran, dan jika tidak mampu maka perintahkan padanya untuk mencatat.

Subhanallah, betapa indah tuntunan yang telah Nabi berikan untuk mendidik anak kita. Sebagai penutup berikut adalah penjelasan Imam AliZainal Abidin radiyallahuanhu dalam kitab Risatul Huquq.

Adapun hak anakmu adalah, ketahuilah bahwa ia berasal darimu. Dan segala kebaikan dan keburukannya di dunia, dinisbatkan kepadamu. Engkau bertanggung jawab untuk mendidiknya, membimbingnya menuju Allah dan membantunya untuk menaati perintah-Nya.

Maka, perlakukanlah anakmu sebagaimana perlakuan seseorang yang mengetahui bahwa andaikan ia berbuat baik pada anaknya, niscaya ia akan mendapatkan pahala dan andaikan ia berbuat buruk niscaya ia akan memperoleh hukuan.(Al Khislal, hal.568)

Terdapat sejumlah hadits Nabi yang mengajarkan kita untuk menggunakan kelembutan saat berinteraksi dengan orang lain, seperti berikut:

Dari Aisyah, istri Nabi shallallaahu alaihi wa sallam, semoga Allah meridhai beliau, berkata: Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dalam segala hal(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, 6024).

Muslim (2592) meriwayatkan dari Jarir bahwa Nabi shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang terhalangi dari kelembutan, maka dia akan terhalangi dari kebaikan.

Saat anak-anak mencintai orang tua yang penuh kelembutan, maka cintanya ini akan memotivasi mereka dengan kuat untuk menaati orang tuanya. Sebaliknya, tidak adanya kelembutan pada orang tua, bahkan adanya kekerasan, akan menyebabkan anak menjauh. Yang pada gilirannya akan menyebabkan keras kepala dan ketidaktaatan. Yang akn menyebabkan akan menumbuhkan sifat dusta dan tipu daya pada diri anak kepada orang tua.

Lingkungan yang baik adalah lingkungan, di mana perbuatan baik dipuji dan pelakunya dimuliakan. Sedangkan perbuatan buruk dan pelakunya dicela. Saat ini, lingkungan seperti ini sangat jarang kita temui. Namun, dengan usaha keras dan sungguh-sungguh secara fisik, psikologis dan finansial, InsyaAllah kita mampu untuk membuatnya jiwa anak kta menjadikan kesejukan jiwanya.

KOMENTAR