Munafik adalah sikap yang sangat dibenci dalam Islam. Bahkan di dalam al Quran, orang-orang munafik kelak akan dikumpulkan bersama dengan orang-orang kafir di neraka jahanam. Allah Swt berfirman: Sungguh, Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahannam. (An-Nisa: 140).

Pedihnya siksaan orang munafik di akhirat membuat kita sebagai muslim harus menjauh sifat dan sikap ini sejauh-jauhnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Tanda orang munafik itu tiga apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji berdusta, dan jika dipercayai mengkhianati (HR Al-Bukhari, Kitab Iman, Bab Tanda-tanda Orang Munafik, no. 33 dan Muslim, Kitab Iman, Bab Penjelasan Sifat-Sifat Orang Munafik, no. 59).

Nah karena itu, seharusnya kita sebagai muslim memang menjadikan sifat munafik ini sebagai musuh bersama. Bagaimana caranya agar kita terhindar dari sifat ini?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah pernah diajukan pertanyaan tersebut, lalu inilah jawaban beliau.

Cara selamat dari sifat munafik adalah sebagai berikut.

1- Melatih diri agar terus bisa ikhlas pada Allah. Ini dilakukan sebelum lainnya.

2- Menjauhkan diri dari sifat munafik.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits mengenai sifat munafik, Jika berjanji, maka ia ingkari. Jika berbicara, ia berdusta. Jika membuat perjanjian, tidak dipenuhi. Jika diberi amanat, ia khianat. Ini semua termasuk amalan kemunafikan. Siapa yang membiasakan sifat-sifat termasuk, maka ia bisa terjatuh pada kemunafikan yang besar. Waliyadzu billah (kepada Allah-lah kita berlindung).

3- Hati-hati akan godaan setan karena setan terus memerintahkan untuk lalai dalam ibadah. Setan membisikkan, tidaklah perlu untuk shalat, tidaklah perlu untuk beribadah. Setan juga membisikkan, jangan melakukan shalat sunnah, nanti terjangkiti riya. Bisikan setan semacam ini wajib disingkirkan dan tidak perlu dipedulikan. Kalau tidak dipedulikan bisikan tersebut, maka tidak akan membahayakan kita. Walhamdulillah.

4- Setiap perkataan kita mestilah jujur, hendaklah kita menepati janji, menunaikan amanah, tidak berbuat zalim ketika berselisih.

Syaikh Ibnu Utsaimin setelah itu berdoa, Ya Allah selamatkan kami dari riya dalam hati kami. Selamatkanlah kami juga dari sifat kemunafikan dan semisal itu.

Diambil dari Liqaat Al-Bab Al-Maftuh, pertemuan ke- 225, pertanyaan no. 16, 10: 224

KOMENTAR