Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Musim hujan sudah datang. Hampir setiap hari hujan mengguyur ibu kota Jawa Timur, Surabaya. Suasana dan cuaca yang semula panas dan terik berubah menjadi sejuk dan dingin. Ini adalah karunia besar dari Allah Jalla Jalaluhu. Akan tetapi masih ada saja orang yang tidak bersyukur atas karunia Allah ini. Mereka mengeluh dengan datangnya musim penghujan. Cucian tidak kering. Macet dan banjir hingga terlambat datang ke kantor karena kehujanan. Padahal Allah memberikan banyak hikmah terkait datangnya musim penghujan ini. Beberapa hikmah datangnya musim hujan adalah wujud nyata dari rahmat Allah untuk seluruh makhluk

Allah Taala berfirman,

Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji. (QS. Asy Syuura: 28).

Yang kedua, hujan merupakan rizki bagi semua mahluk. Dalam al- Quran Allah berfirman Dan di langit terdapat rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. (QS. Adz Dzariyat: 22). Yang dimaksud dengan rizki di sini adalah hujan sebagaimana pendapat Abu Sholih dari Ibnu Abbas, Laits dari Mujahid dan mayoritas ulama pakar tafsir

Sedangkan Ath Thobari mengatakan, Di langit itu diturunkannya hujan dan salju, di mana dengan sebab keduanya keluarlah berbagai rizki, kebutuhan, makanan dan selainnya dari dalam bumi.[3]

Hujan juga merupakan pertolongan untuk para wali Allah

Allah Taala berfirman,

(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu). (QS. Al Anfal: 11)

Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah mengatakan, Hujan yang dimaksud di sini adalah hujan yang Allah turunkan dari langit ketika hari Badr dengan tujuan mensucikan orang-orang beriman untuk shalat mereka. Karena pada saati itu mereka dalam keadaan junub namun tidak ada air untuk mensucikan diri mereka. Ketika hujan turun, mereka pun bisa mandi dan bersuci dengannya. Setan ketika itu telah memberikan was-was pada mereka yang membuat mereka bersedih hati. Mereka dibuat sedih dengan mengatakan bahwa pagi itu mereka dalam keadaan junub dan tidak memiliki air. Maka Allah hilangkan was-was tadi dari hati mereka karena sebab diturunkannya hujan. Hati mereka pun semakin kuat. Turunnya hujan ini pun menguatkan langkah mereka. Inilah pertolongan Allah kepada Nabi-Nya dan wali-wali Allah. Dengan sebab ini, mereka semakin kuat menghadapi musuh-musuhnya.

Itulah beberapa hikmah dari turunnya hujan. Hujan adalah sesuatu yang patut disyukuri, jadi mulai sekarang berhentilah mengeluh apalagi mengutuk waktu ketika turun hujan.

KOMENTAR