“jangan bangun siang. Nanti rezekinya dipatok ayam.” Nasihat orang tua kita zaman dulu ini ternyata sesuai dengan perintah agama kita yang mulia ini. Mungkin untuk mempermudah pemahaman kita yang masih kecil dan awam, maka disusunlah kalimat tersebut diatas.

Jika melihat keberkahan waktu pagi di dalam sudut pandang agama, kita pasti akan banyak menemukan dalil tentang berkahnya waktu pagi dan kaitannya dengan rezeki seseorang. Ingat, rezeki bukan hanya uang, tapi kesehatan dan sifat rajin membaca al Quran dan mempelajari agama adalah sebuah nikmat yang kadang dilupakan.

Bahkan karena pentingya waktu pagi, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mendoakan khusus pagi hari sebagai waktu yang berkah.

Dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”

Dan ternyata, sahabat Shokhr sendiri (yang meriwayatkan hadits ini, pen) adalah seorang pedagang. Dia biasa membawa barang dagangannya ketika pagi hari. Karena hal itu dia menjadi kaya dan banyak harta. Abu Daud mengatakan bahwa dia adalah Shokhr bin Wada’ah. (HR. Abu Daud no. 2606. Hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud)

Bahkan tidur di pagi hari menurut para salaf,  adalah tidur yang terlarang ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Tentu disesuaikan dengan kondisi yang ada. Kenapa? Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)

Karena itu kita sebagai seorang muslim hendaknya memanfaatkan waktu pagi ini untuk mulai beraktifitas. Dimulai dari subuh berjamaah di masjid untuk laki-laki hingga beraktifitas lainnya sesuai dengan kadar kemampuan kita.

KOMENTAR