Diringkas Oleh Isfan Rozyn dari kajian Ust. Aditya Abdurrahman Pembina Punk Muslim Surabaya

Seiring perubahan zaman, banyak fenomena yang terjadi terkait dengan pemahaman dan penerapan Islam, khususnya di kalangan generasi muda.

Akhir-akhir ini mulai marak pemuda menghadiri kajian Islam di Masjid. Bahkan dalam suatu kajian yang menampung jamaah sebanyak 7000 orang pemuda. MasyaAllah.

Mulai banyak pemuda yang menggunakan busana dengan nuansa Islam (celana tidak isbal, red) namun dengan gaya modis dan yang pemudi menggunakan hijab syar'i lengkap dengan niqob (penutup wajah)-nya.

Hari ini semakin banyak bermunculan komunitas dakwah di kalangan pemuda, bahkan di Surabaya sendiri ada lebih dari 30 komunitas dengan warna yang berbeda namun membawa semangat kebangkitan yang sama.

Masih banyak fenomena positif lainnya, yang kesemuanya adalah potensi besar. Gelombang hijrah ini harus dijaga agar tetap menjadi sebuah gelombang, jangan surut menjadi buih di lautan.

Pola berdakwah di jaman bapak & ibu kita dulu, perlu diubah menyesuaikan dengan kondisi dan karakter pemuda saat ini. Sudah saatnya euforia (kesenangan) beragama islam diubah menjadi smart (berilmu) dalam beragama islam.

(Bawa catatan saat hadir di kajian islam!).

Tampilkanlah sudut pandang bahwa islam itu keren, gunakanlah gaya bahasa & budaya setempat. Kesampingkan perbedaan dan pembahasan topik yang bukan prinsip dalam islam.

Gelombang kebangkitan islam ini bisa tetap besar dan berdaya, jika generasi muda secara kompak menjaganya. Salah satunya dengan menjalani hijrah dengan memperbaiki amalan-amalan shalihnya, sedikit namun berkelanjutan. Berhijrah amalan shalih yang berkualitas, bukan sekedar kuantitasnya.

Wallahua'lam bisshawab.

KOMENTAR