Hasad. Siapa yang tidak pernah mengalami perasaan ini? Hampir semua dari kita pernah mengalaminya. Entah itu soal fisik, jodoh, harta ataupun jabatan seseorang. Perasaan hasad kadang muncul tiba-tiba. Terutama jika suatu kenikmatan menghampiri orang yang tidak kita sukai. Padahal sifat hasad ini tidak ada untungnya sama sekali. Sekuat apapun perasaan kita, toh nikmat seseorang yang kita iri tidak akan pernah berkurang.

Orang yang hasad pada sejatinya sama saja dengan tidak setuju ketentuan atau takdir Allah. Padahal Allah yang menakdirkan orang lain menjadi kaya, punya kedudukan, sukses dalam bisnis, dan lainnya. Orang yang hasad sama saja menentang ketentuan ini. Allah Taala berfirma

Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (QS. Az Zukhruf: 32). Padahal Allah yang lebih mengetahui manakah yang terbaik untuk hamba-Nya.

Nah karena beratnya masalah hasad ini, agama kita yang mulia telah mengajarkan bagaimana mengatasi penyakit hasad.

Pertama: Kita harus mempertebal iman dan keyakinan kita kepada Allah azza wa jalla. Salah satu kiat mempertebal iman dan keyakinan adalah dengan menuntut ilmu dan meninggalkan kemaksiatan

Kedua: Selalu mengingat akibat hasad yang berdampak di dunia maupun di akhirat.

Ketiga: Selalu bersyukur dengan yang sedikit.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak. (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667)

Keempat: Selalu memandang orang yang di bawahnya dalam masalah dunia. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Jika salah seorang di antara kalian melihat orang lain diberi kelebihan harta dan fisik [atau kenikmatan dunia lainnya], maka lihatlah kepada orang yang berada di bawahnya. (HR. Bukhari no. 6490 dan Muslim no. 2963)

Kelima: Banyak mendoakan orang lain yang mendapatkan nikmat dalam kebaikan karena jika kita mendoakannya, kita akan dapat yang semisalnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Doa seorang muslim kepada saudaranya ketika saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa yang mustajab (terkabulkan). Di sisinya ada malaikat (yang bertugas mengaminkan doanya kepada saudarany). Ketika dia berdoa kebaikan kepada saudaranya, malaikat tersebut berkata : Amin, engkau akan mendapatkan yang semisal dengannya. (HR. Muslim no. 2733)

Semoga dengan beberapa tips tersebut diatas, kita bisa mulai mengurangi penyakit hasad yang timbul atau akan timbul dalam diri kita.

KOMENTAR