Sahabat adalah sosok yang ada ketika kita sedang senang maupun susah. Dengan adanya sahabat kita bisa bertukar pikiran ataupun meminta tolong ketika membutuhkan. Begitupun juga sebaliknya.

Maka memiliki sahabat merupakan sebuah nikmat. Allah jalla wa ala berfirman yang artinya,lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara (Ali Imron : 103). Persahabatan adalah sebuah nikmat Allah yang sangat agung. Sudah seharusnya kita menjaga dengan memperhatikan hak-hak di antara sahabat.

Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang sahabat dalam kehidupan. Beliau bersabda yang artinya: Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap. (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Karena itu sudah selayaknya lah kita mencari sahabat yang mengajak kita lebih banyak ibadah. Lebih banyak memberi motivasi dalam hal agama. Mencari sahabat yang dilandaskan cinta karena Allah. Rasulullah shollallohu alaihi wa sallam bersabda yang artinya,Ada tiga perkara yang apabila seseorang memilikinya akan mendapatkan manisnya iman, yaitu Allah dan Rosul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, dia mencintai seseorang tidaklah dia mencintainya kecuali karena Allah, dan dia tidak suka kembali kepada kekufuran setelah Allah membebaskan darinya sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam api. (HR. Bukhari)

Di samping itu, persahabatan seperti inilah yang akan kekal hingga hari kiamat nanti, sebagaimana Allah Taala berfirman yang artinya,Teman-teman akrab pada hari (kiamat) nanti sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.(QS. Az Zukhruf : 67).

Imam Ibnu Katsir rohimahulloh mengatakan bahwa setiap persahabatan yang dilandasi cinta karena selain Allah, maka pada hari kiamat nanti akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan. Kecuali persahabatannya dilandasi cinta karena Allah azza wa jalla, inilah yang kekal selamanya. Karena itu coba kita cek persahabatan yang ada selama ini. Jika mengarahkan kepada keburukan segera tinggalkan. Segeralah kita cari sahabat yang mengajak kepada Allah, yang bisa menjadi salah satu sebab turunnya syafaat di hari kiamat.

KOMENTAR