Mbangkong. Istilah jawa ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang telat bangun pagi. Dalam istilah ini, kata mbangkong memiliki makna yang cenderung negatif. Selalu dihubungkan dengan orang yang malas, suka begadang, telat bangun subuh dan jamaah di masjid. Di dalam sebuah artikel di huffingtonpost.com disebutkan bahwa, tidur terlalu lama memiliki banyak resiko, diantarnya adalah depresi, memilliki resiko lebih tinggi terhadap serangan jantung, stroke, dan diabetes. Lihat selengkapnya di

ttps://www.huffingtonpost.com/rosie-osmun/oversleeping-the-effects-and-health-risks-of-sleeping-too-much_b_9092982.html

Dalam artikel tersebut juga dijelaskan tidur berlebihan juga menyebabkan resiko terjadinya Alzheimer dan resiko demensia yaitu kondisi di mana kemampuan otak seseorang mengalami kemunduran. Kondisi ini dapat ditandai dengan keadaan seseorang sering lupa akan sesuatu, keliru, adanya perubahan kepribadian, dan emosi yang naik-turun atau labil

Jadi secara medis, tidur di pagi hari atau dalam hal ini terlambat bangun, memiliki berbagai dampak yang buruk bagi kesehatan pelakunya. Lalu bagaimana Islam memandang kondisi ini. Ternyata Islam juga memandang telat bangun tidur sebagai kerugian yang sangat besar. Kenapa? Karena nabi kita yang mulia, Muhammad sholallahu alaihi wa sallam selalu mendoakan umatnya di pagi hari. Dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”

Selain itu, setidaknya ada enam alasan dalam Islam yang melarang  kita tidur di pagi hari.

Yang pertama, tidur di waktu pagi jelas tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan As Sunnah.

Yang kedua, tidur pagi hari bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush sholih (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.

Yang ketiga tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.

Yang ke empat menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya.

Menurut Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.” (Miftah Daris Sa’adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.

Yang Kelima Menghambat datangnya rizki. Ibnul Qayyim berkata, “Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit sholat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat.” (Zaadul Ma’ad, 4/378)

Dan yang keenam menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)

Jadi masihkah kita mau tidur di pagi hari?

KOMENTAR