Agama Islam adalah agama yang sempurna. Tidak ada sesuatupun yang disampaikan rasul kecuali hanya wahyu dari Allah Jalla Jalaluhu pemilik alam semesta ini. Jadi sudah sepantasnyalah agama wahyu ini sempurna tanpa ada cela.

Dalam Islam, ada hal-hal penting yang ternyata selama ini kita anggap sebagai hal yang sepele. Bukan karena meremehkan, tapi karena memang ketidaktahuan kita dan keterbatasan kita dalam memahami agama wahyu ini.

Salah satu hal yang kita anggap sepele tapi ternyata berdampak besar dalam kehidupan kita nanti adalah air kencing. Kenapa? Berikut penjelasannya.

Yang pertama adalah air kencing itu najis. Jadi sedapat mungkin kita harus menjaga agar pakaian tidak terperecik ketika kita sedang buang air besar ataupun kecil. Bahkan karena pentingnya menjadi kesucian dari air kencing, syariat umat terdahulu harus dipaksa untuk menggunting pakaian yang terpercik air kencing.

Pada zaman dahulu di kalangan Bani Israil, jika baju mereka atau bahkan kulit mereka terkena air kencing, maka mereka mengguntingnya.

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَسَنَةَ، قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ   وَفِي يَدِهِ الدَّرَقَةُ، فَوَضَعَهَا، ثُمَّ جَلَسَ فَبَالَ إِلَيْهَا، فَقَالَ بَعْضُهُمْ: انْظُرُوا إِلَيْهِ يَبُولُ كَمَا تَبُولُ الْمَرْأَةُ، فَسَمِعَهُ النَّبِيُّ  صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَ: “وَيْحَكَ، أَمَا عَلِمْتَ مَا أَصَابَ صَاحِبَ بَنِي إِسْرَائِيلَ؟ كَانُوا إِذَا أَصَابَهُمْ الْبَوْلُ قَرَضُوهُ بِالْمَقَارِيضِ، فَنَهَاهُمْ ، فَعُذِّبَ فِي قَبْرِهِ”

Dari Abdurrahman bin Hasanah Radhiyallahu anhu, dia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menemui kami, Beliau membawa tameng kulit  di tangannya, lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkannya. Kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk lalu buang air menghadap kepadanya (yakni menggunakan tameng itu sebagai penutup-pen). Sebagian orang berkata (mencela Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ), “Lihat orang ini, dia buang air seperti wanita buang air (yakni Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menjaga aurat ketika buang air-pen)”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengarnya, maka Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kasihan engkau, tidakkah engkau tahu siksa yang menimpa seorang lelaki Bani Israil? Jika air kencing mengenai mereka, mereka biasa mengguntingnya dengan gunting. Lalu lelaki itu melarang mereka, sehingga dia disiksa di dalam kuburnya”. [HR. Ibnu Majah, no. 346. Dishahȋhkan oleh Syaikh Syu’aib al-Arnauth]

Yang kedua, air kencing yang biasanya kita anggap remeh teresebut ternyata penyebab siksa kubur yang paling banyak.

عَنْ أَنَسٍ , قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ :  تَنَزَّهُوا مِنَ الْبَوْلِ فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنْهُ

Dari Anas Radhiyallahu anhu, dia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersihkanlah diri dari air kencing. Karena sesungguhnya kebanyakan siksa kubur berasal darinya.” [HR. Ad-Dȃruquthnȋ dalam Sunannya, no. 459. Dan hadits ini dinilai shahȋh oleh Syaikh al-Albani dalam Irwȃul Ghalȋl, no. 280]

Oleh karena itu Imam adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “Dosa Besar ke-36: Tidak Membersihkan Diri Dari Air Kencing, Dan Itu Termasuk Syi’ar Nashara”. [Al-Kabȃir, hlm. 141]

Lihat kata-kata “kebanyakan siksa kubur berasal darinya.” Ini mengisyaratkan, hal yang remeh temeh dalam benak kita, ternyata dampaknya luar biasa buruk di kehidupan setelah di dunia ini. Jadi masihkah kita menganggap sisa air kencing sebagai hal yang remeh? Semoga tidak. Karena itu sahabat, mulailah kita berhati hati dengan cara kita buang air. Bersihkan sebersih-bersihnya dan jangan terburu buru dalam melakukannya.

KOMENTAR