Disarikan dari Kajian Mesti Gimana Lagi Sih? (biar kamu cepat nikah) Banyak orang yang secara lahir siap menikah tetapi secara mental belum. Inginnya menikah, tapi masih bingung. Alasan pekerjaan yang belum mapan-lah, takut berbicara dengan orang tua-lah, hingga memang mereka masih belum dewasa dan masih ingin hura-hura. Nah masalah tersebutlah yang kemdian dibahas dalam kajian komunitas Until Jannah. Bertempat di Masjid Nurul Hayat, Perumahan IKIP Gununganyar, kajian tersebut menghadirkan Kang Aik, Pembina Punk Muslim, Better Youth Project dan Sinergi Dakwah.

Memulai kajian, Kang Aik menceritakan pengalamannya saat memulai hijrah. Menurutnya, saat itu, kajian-kajian pra nikah marak diadakan dimana-mana dan diikuti oleh banyak peserta. Tetapi sekarang, kajian pra nikah hanya diikuti oleh peserta yang lebih sedikit. mungkin pemuda zaman now lebih takut menikah, ujarnya disambut tawa peserta kajian.

Kang Aik menuturkan, memang dalam sejarah Islam, ada beberapa Ulama yang diketahui tidak menikah. Seperti Imam Nawawi dan Ibnu Taimiyah. Mereka tidak menikah bukan karena tidak mau menikah. Tapi mendedikasikan dirinya untuk ilmu dan umat.

Lebih lanjut Kang Aik mengatakan, nikah merupakan syariat Nabi. Nabi bahkan mengancam orang yang anti menikah bukan menjadi golongannya, ujarnya. Karena itu Kang Aik berharap remaja sekarang yang sudah siap menikah untuk segera menikah. kalau nunggu ideal pasti tidak akan ketemu jodohnya, imbunya.

Sebagai gambaran calon suami dan istri yang disyariatkan, Kang Aik memberikan beberapa nasihat. Yang pertama, calon suami harus memiliki jiwa kepemimpian, yang kedua memiliki kelebihan dalam hal akal, kekuatan, dan keberanian. Dan yang ketiga adalah siap memberikan nafkah lahir dan batin. Bahkan Kang Aik menyebutkan, jika seorang ayah tidak mampu menikahi keluarganya, maka ia sudah kehilangan jiwa kepemimpinannya. ia sudah tidak berharga di hadapan keluarga, terangnya.

Sedangkan untuk kriteria calon istri yang sesuai syariat, Kang Aik menyebutkan bahwa istri baik itu harus istri yang taat kepada Allah dan ketaatannya tersebut mengantarkan dirinya taat kepada suami. kadang ada istri yang rajin ibadah tapi kepada suami melawan, ujarnya.

Selanjutnya Kang Aik mengatakan, calon istri tersebut harus berani protes kepada suami jika tindakanya suami bertentangan dengan Allah dan rasul serta mampu menjadi harga diri suami baik sedang berada di depan keluarga maupun ketika suami sedang berpergian. Jangan sampai menurut Kang Aik, ada istri yang berani dan suka membentak suami. Karena ini akan membawa pelajaran yang buruk di hadapan anak-anaknya. wah makku suangar rek, ujar Kang Aik menirukan ucapan anak-anak yang melihat ibunya membentak ayahnya. "nah ini membuat anak belajar tidak menghargai ayahnya," imbuhnya. Sebagai penutup, Kang Aik memberikan pesan orang yang takut menikah itu sebenarnya tidak beralasan. Kenapa? Karena jika mereka takut menikah karena rezeki, itu hanya bisikan dan rayu setan. Allah sudah menjamin rezeki tiap mahluk. Jadi buat apa takut, tutup Kang Aik.

Acara yang diikuti oleh sekitar 50 orang lebih yang berasal dari berbagai komunitas di Surabaya tersebut berakhir saat menjelang adzan maghrib dikumandangan.

KOMENTAR