Pernikahan adalah sesuatu yang sangat indah. Terlebih bagi laki-laki dan perempuan yang masih belum menikah. Mereka pasti akan membayangkan kelak jika menikah akan begini dan begitu. Indah tanpa cela.

Tapi bagi pasangan yang sudah lama berumah tangga, ada saja ujian dan cobaan dalam berumah tangga. Yang dulunya terlihat menjaga penampilan dan dewasa sebelum menikah, begitu menikah mulai terlihat sifat dan watak aslinya. Karena itu hendaknya menikah bukan hanya didasari karena cinta semata, tetapi karena Allah dan menjalankan syariat nabi kita yang mulia.

Ujian dalam berumah tangga bermacam bentuknya. Ada yang diuji kurangnya harta, anak, dan pasangan hidup. Salah satu ujian rumah tangga adalah jika kita mendapati pasangan kita sebagai orang yang cerewet atau suka menuntut ini-itu. Selalu merasa kurang atas apa yang sudah kita lakukan.

Jika kita mendapati yang demikian, hendaknya kita berdoa memohon pertolongan Allah atas pasangan kita. Semoga Allah memberikan hidayah dan kemudahan dalam menjalani rumah tangga. Berikut doa yang yang diriwayatkan oleh Thabarni:

اللَّهُمَّ إنِّي أّعُوذُ بِكَ مِنْ جَارِ السُّوءِ، وَمِنْ زَوْجٍ تُشَيِّبُنِي قَبْلَ المَشِيبِ، وَمِنْ وَلَدٍ يَكُونُ عَليَّ رَبّاً، وَمِنْ مَالٍ يَكُونُ عَلَيَّ عَذَابَاً، وَمِنْ خَلِيْلٍ مَاكِرٍ عَيْنُهُ تَرَانِي، وَقَلْبُهُ يَرْعَانِي؛ إِنْ رَأَى حَسَنَةً دَفَنَهَا، وَإِذَا رَأَى سَيِّئَةً أَذَاعَهَا

Allahumma inni a’udzu bika min jaaris suu’, wa min zawji tusyayyibunii qoblal masyiib, wa min waladin yakuunuu ‘alayya robban, wa min maalin yakuunu ‘alayya ‘adzaban, wa min khaliilin maakirin ‘ainuhu tarooni wa qolbuhu yar’aani, in ra-aa hasanatan dafanahaa wa idza ra-aa sayyi-atan adza’ahaa.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang jahat; dari pasangan yang menjadikanku tua (beruban) sebelum waktunya; dari anak (keturunan) yang berkuasa kepadaku; dari harta yang menjadi siksa bagiku; dan dari kawan dekat yang berbuat makar kepadaku, matanya melihat dan hatinya terus mengawasi, namun kalau melihat kebaikanku, ia timbun dan kalau melihat kejelekanku, ia sebarkan.” (HR. Thabrani dalam Ad-Du’a’ 3: 1425, no. 1339, juga dalam Az-Zuhud, no. 1038. Syaikh Al-Albani menyebutkan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, 7: 377, no. 3137. Hadits ini hanya maqthu’, perkataan tabi’in dan tidak marfu’ sampai Nabi.”)

Meskipun hadis tersebut tidak marfu sampai nabi, kita boleh mengamalkan doa tersebut. Mengingat doa bisa untuk segala macam hal. Contoh, Ya Allah karuniakanlah hamba kesempatan untuk membeli sepeda motor agar mudah pekerjaan hamba.

Faedah yang bisa diambil dari hadis diatas adalah kita bisa memohon perlindungan kepada Allah atas suami dari istri atau sebaliknya yang berkelakuan tidak baik hingga dapat membuat seseorang cepat beruban (tua) sebelum waktunya. Selain untuk pasangan, doa tersebut juga bisa untnuk perlindungan dari anak yang berkuasa atas orang tuanya, dari menjadi budak harta, dan dari kawan dekat yang buruk sifatnya.

KOMENTAR