Siapa yang tidak bangga punya badan kekar, berotot, dan memiliki bentuk perut yang six pack? Bahkan untuk mendapatkannya banyak orang rela mengeluarkan uang dan waktu demi tubuh yang ideal. Sayangnya bentuk tubuh ideal tersebut bukan bertujuan untuk kesehatan semata, tetapi terkadang menimbulkan perasaan untuk pamer.

Lalu bagaiman hukumnya jika seorang mempertontonkan dadanya yang bidang kepada orang lain atau mengupload foto dirinya di media sosial? Kan aurat laki-laki hanya dari lutut hingga pusar?

Batasan aurat sudah jelas atara laki-laki dan peempuan, seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan, sedangkan untuk laki-laki batas auratnya antara pusar dan lutut. Taruhlah dada tidak termasuk bagian dari aurat, namun memamerkan semacam itu masuk dalam kategori khawarim al-muruah (menjatuhkan martabat dan wibawa seseorang). Memamerkan body seperti itu pula termasuk perilaku orang fasik yang tidak pantas untuk diikuti dan dapat pula akan timbul penyakit hati diantaranya merasa takjub, ujub dan sombong merasa lebih hebat dibanding yang lainnya, sedangkan Allah tidak memandang dan membutuhkan itu semua. Islam pun melarang akan rasa sombong, sebab dosa pertama yang dilakukan oleh iblis adalah sombong

Allah Taala berfirman mengenai kesombongan dalam ayatnya

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman:18)

Haritsah bin Wahb Al Khuzaii berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur(sombong). (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).

Ada kalanya perkara mubah tersebut akan dipahami dapat menimbulkan mudharat , sehingga akan menjadi terlarang hukumnya sebab bisa jadi akan memicu timbulnya godaan syahwat .

Oleh sebab itu Islam sebagai agama yang sempurna ini sudah membimbing kita termasuk dalam berpakaian (menutup aurat) sesuai dengan kaidah yang syari. Dalam berpakaian ada beberapa tujuan diantaranya :

  1. Sebagai penutup aurat sesuai dengan syari
  2. Berpakaian untuk penampilan
  3. Sebagai pelindung diri dari panas dan dingin
Firman Allah taala juga menyebutkan dalam Al-Quran mengenai pakaian

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. (QS. Al-Araf: 26-27)

KOMENTAR