Sebentar lagi kaum nasrani akan memperingati natal, kelahiran tuhannya. Jelas bagi seorang muslim dilarang untuk mengucapkan selamat kepada mereka. Namun fenomena natal ternyata tidak hanya diperingati oleh penganutnya saja, pusat perbelanjaan, toko dan mall juga bersolek menyambut natal. Banyak cara dilakukan untuk merayu pengunjung untuk berbelanja, terlebih lagi dengan iming-iming diskon dalam rangka hari natal. Banyak barang yang didiskon besar besaran, seperti pakaian, furniture, elektronik. Pertanyaan terbesar bolekah kaum muslimin memanfaatkan momen tersebut ?

Seorang ulama bernama Syaikh Sholeh Al Munajjid hafizhohullah memberi penjelasan :

Tidak mengapa kita membeli komoditi tersebut pada saat moment hari raya orang kafir asalkan kita tidak membeli barang yang digunakan untuk keperluan perayaan hari raya mereka atau meniru dalam hari raya mereka.

Bagi pengusaha dan pedagang muslim boleh saja berdagang membuka toko pada saat hari raya mereka asalkan memperhatikan dua syarat berikut :

  1. Tidak menjual barang yang berhubungan sebagai perlengkapan perayaan hari raya orang kafir, menjual barang dengan tujuan bermaksiat.
contoh: tidak boleh menjual aksesoris natal seperti santa klaus serta berbagai hadiah, kue, dan makanan untuk perayaan natal
  1. Tidak menjual barang kepada kaum muslimin yang akan membuat mereka meniru-niru perayaan orang kafir.
contoh: saat tahun baru tidak menjual kembang api untuk mendukung perayaan tahun baru masehi karena hal ini akan membuat kaum muslimin meniru-niru perayaan tahun baru yang memang menjadi perayaan orang kafir

Kesimpulannya membeli barang yang menjadi kebutuhan seseorang bilamana bertepatan dengan hari raya orang kafir itu tidaklah masalah asalakan tidak ada niatan dan tujuan seperti yang dijelaskan diatas. Wallahu alam.

KOMENTAR