Tidak setiap orang bisa mendapat hidayah untuk berhijrah. Meninggalkan sesuatu yang buruk menuju cahaya Islam dan Iman. Tetapi sekalinya berhijrah, sangat sulit untuk istiqamah. Dengan alasan perubahan secara bertahap, masih ada saja keburukan yang tetap kita lakukan.

Salah satu kesulitan dalam berhijrah adalah banyaknya teman yang kurang mendukung dalam proses hijrah tersebut. Ingin berhenti merokok, teman-temanya masih merokok. Ingin berhenti ghibah, tapi masih duduk nongkrongbersama teman yang itu-itu juga. Ingin sholat 5 waktu di masjid tapi masih suka main game, buka medsos secara berlebihan, dan jarang ikut kajian. Perlu dipahami bagi semua, bahwa teman memiliki dampak yang luar biasa dalam kehidupan kita.

Karena itu dalam al-Quran, Allah memerintahkan kita agar selalu bersama dengan orang-orang yang baik. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar(jujur).” (QS. At Taubah: 119).

Nah salah satu hadis yang terkenal soal berteman adalah hadis tentang minya wangi.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)

Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan, “Hadits ini menunjukkan larangan berteman dengan orang-orang yang dapat merusak agama maupun dunia kita. Dan hadits ini juga menunjukkan dorongan agar bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia.”

Dari hadis diatas bisa diambil kesimpulan, jika kita berteman dengan penjual minyak wangi, pasti kita akan mencium minyak wangi meskipun tidak ikut menjual. Begitupun juga sebaliknya. Karena itu jika kita hendak berhenti merokok, tinggalkan teman-teman yang merokok. Bergaulah dengan teman yang tidak merokok, aktif di kajian dan jamaah masjid setempat. Sibukkan dengan sesuatu yang bermanfaat hingga kita lupa akan keinginan untuk merokok. Begitupun juga kemalasan yang lainnya.

KOMENTAR