Salah satu yang terpenting dalam Islam selain iman adalah adab dan akhlaq. Nabi pun bahkan mengatakan tidaklah diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlaq. Lalu apa itu adab dan akhlaq? Adab adalah norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama. Sedangkan akhlaq secara istilah berarti tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik.

Akhlaq merupakan bentuk jamak dari kata khuluq, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau tabiat. Perbedaan akhlaq dan moral – etika adalah ukuran yang digunakan untuk menilai sesuatu. Jika moral – etika menggunakan standar akal pikiran dan aturan di masyarakat, sedangkan akhlaq menggunakan ukuran al Quran dan Hadis sebagai tolok ukurannya.

Imam Darul Hijrah, Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy,

تعلم الأدب قبل أن تتعلم العلم

“Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”

Kenapa sampai para ulama mendahulukan mempelajari adab? Sebagaimana Yusuf bin Al Husain berkata,

بالأدب تفهم العلم

“Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”

Syaikh Sholeh Al ‘Ushoimi berkata, “Dengan memperhatikan adab maka akan mudah meraih ilmu. Sedikit perhatian pada adab, maka ilmu akan disia-siakan.” Oleh karenanya para ulama sangat perhatian sekali mempelajarinya.

Lihatlah bagaimana akhlaq nabi kepada orang lain, bahkan kepada yang membenci beliau
Ibnu Syihaab berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan perang menaklukkan kota Mekah, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pergi bersama kaum muslimin bertempur dalam perang Hunain, maka Allah memenangkan agamaNya dan kaum muslimin. Dan pada hari itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan kepada Sofwan bin Umayyah 100 ekor unta, lalu 100 ekor unta, lalu 100 ekor unta”

Sa’id Ibnul Musayyib berkata bahwasanya Sofwan bin Umayyah berkata :

“Demi Allah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan kepadaku apa yang ia berikan, padahal ia adalah orang yang paling aku benci. Namun Nabi terus memberikan kepadaku hingga akhirnya ia adalah orang yang paling aku cintai” (HR Muslim no 2313)
Karena itu sudah sepantasnyalah orang-orang yang mengaku sudah berhijrah memperbaiki diri terkait adab dan akhlaq, seperti mengucap salam baik kenal maupun tidak, mudah tersenyum, mengajak berkenalan dengan sesama ikhwan ketika kajian dan tetap menjaga silaturahmi meskipun berbeda pandangan dan pemahaman.

Semoga Allah memperbaiki kita dan menjadikan kita istiqomah dalam berhijrah.

KOMENTAR