“Ketika saya ketahui ada hadis, dimana menjelang akhir hayatnya, Rasulullah melihat ada sahabat yang membawa siwak dan beliau masih sempat meminta untuk bersiwak. Itu luar biasa,” Dr. Taufan Bramantoro, drg., M.Kes, Inventor Sunnah Miswak Tootbrush.

 

Dr. Taufan Bramantoro, drg., M.Kes

Perkenalan kami dengan dokter gigi Taufan terjadi beberapa bulan lalu di sebuah Masjid di sekitar Wadung Asri, Sidoarjo. Saat itu Taufan sudah bercerita soal niatnya untuk membuat sikat gigi berbahan dasar siwak. Tapi karena prototipe sikat tersebut belum final, Taufan belum mengizinkan kami untuk menulisnya. “kalau sudah jadi, insya Allah ana kabari,” ujarnya saat itu.

Setelah itu komunikasi kami dengan Taufan berlanjut sebatas dengan saling share artikel dan informasi seputar Islam. Hingga akhirnya awal pekan bulan Januari 2018, Taufan menginformasikan kembali tentang sikat siwak tersebut. “alhamdulillah sudah jadi, silahkan jika mau ditulis,” tulisnya melalui pesan singkat Whatsapp. Maka disepakatilah pertemuan kami di Fakultas Kedokteran Gigi, Kampus A Universitas Airlangga.

“Assalamualaikum,” sapa Taufan saat bertemu kami. Mengenakan baju putih, Taufan pagi itu terlihat segar. Jika belum pernah bertemu, orang pasti mengira ia adalah mahasiswa kedokteran. Minimal mahasiswa pasca sarjana. Tapi siapa sangka, jika ia adalah seorang dosen dan doktor dibidang kesehatan gigi. Masya Allah. Awalnya kami berbincang di depan kantin lapangan tenis kampus A. Karena kondisi ramai, Taufan pun meminta kami pindah ke ruang rapat dosen kedokteran gigi.

Sikat Gigi Siwak dan Tempat Penyimpanannya

“Ini contoh prototipe sikatnya,” kata Taufan sambil mengeluarkan sebuah box berbentuk persegi panjang tempat menyimpan sikat siwak. Berukuran sekitar 10 x 30 cm dan terbuat dari triplek tipis yang direkatkan sedemikian rupa, lembar demi lembar. Terdapat 7 buah lubang di dalamnya. Satu lubang utama yang didesain mengikuti kontur gagang sikat dan 6 buah luang kecil untuk meletakkan refill kayu siwak. Di sisi kotak dan lubang tempat sikat tersebut diberi aksen warna cokelat, sepeti kayu yang terbakar dan dibagian belakang kotak diberi logo س dan tulisan Sunnah Miswak Toothbrush. Penulisan merek dengan digrafir, meninggalkan kesan seperti gosong. Sedangkan untuk penutup, digunakan kaca akrilik. Perpaduan yang pas, menimbulkan kesan elegan dan eksklusif, Masya Allah.

Sedangkan untuk gagang sikat sendiri terbuat dari plastik yang ramah lingkungan dan memiliki standar food grade. Berukuran sekitar 20 cm dengan ujung yang membulat tempat meletakkan kayu siwak. Di bagian tengah gagang tersebut terdapat tuas yang membuat gagang sikat bisa ditekuk sehingga muat dimasukkan ke dalam box kemasan sikat.

Ide membuat sikat gigi siwak menurut Taufan berawal dari perintah Nabi Muhammad mengenai pentingnya bersiwak. Redaksi hadis tersebut berbunyi

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلىَ أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ باِلسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوْءٍ

“Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudlu”. (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Irwaul Ghalil no 70) dan di hadis lain disebutkan setiap akan sholat.

Alasan lainnya adalah dengan bentuk siwak yang tegak lurus, membuat pengguna kesulitan menjangkau area gigi bagian belakang dan gigi geraham. “Paling bagian depan saja. Dengan ini (sikat gigi siwak), semudah menggunakan sikat gigi biasa,” ujarnya.

Menurut Taufan, di luar negeri memang sudah ada beberapa sikat yang terbuat dari bahan siwak. Ada yang seperti pensil dan juga seperti sikat gigi konvensional. Tetapi karena bentuknya besar menyebabkan sikat tersebut tidak praktis dibawa ke mana-mana. Oleh karena itu Taufan kemudian membuat sikat gigi yang portabel, bisa ditekuk sehingga muat dikantong dan praktis dibawa.

Proses dan riset yang dilakukan Taufan lumayan lama, sekitar 6 bulan. Karena yang dipikirkan adalah bagaimana sikat siwak tersebut memiliki bentuk yang ergonomis (nilai guna yang terdapat didalam suatu benda yang mengandung nilai keamanan, kenyamanan serta keindahan, red) dan bisa diproduksi secara masal.

Taufan menambahkan, bersiwak juga bagian dari sunnah nabi yang sangat dianjurkan tapi mulai ditinggalkan. Bahkan dari penelusurannya tentang hadis keutamaan siwak, Nabi sebelum meninggal masih menyempatkan menggunakan siwak. “Ketika saya ketahui ada hadis, dimana menjelang akhir hayatnya, Rasulullah melihat ada sahabat yang membawa siwak dan beliau masih sempat meminta untuk bersiwak. Itu luar biasa,” ujarnya. Hadis itu yang kemudian menjadi salah satu pemicu semangat Taufan untuk mengerjakan proyek sikat gigi siwak.

Sebagai informasi siwak yang memiliki nama latin Salvadora Persica ini memiliki senyawa aktif untuk melawan Bakteri penyebab karang dan gigi berlubang antara lain Streptococcus Mutans dan Bacteroides Melaninogenicus. Bahkan di journal.ui.ac.id/index.php/health/article/viewFile/287/283karena manfaatnya itu, muncul rekomendasi untuk menyosialisasikan manfaat siwak kepada masyarakat Indonesia.

Kemudian timbul pertanyaan dari kami, bukankah sikat gigi sama saja seperti bersiwak? Menurut Taufan dalam menyikat gigi terdapat dua kerja. Yaitu kerja mekanis, dengan kegiatan menyikat dan kerja kimiawi dengan membunuh kuman melalui pasta gigi. Akan tetapi serat sikat gigi yang terbuat dari plastik nilon ternyata hanya mampu memindahkan kotoran tanpa mengikatnya. Sedangkan siwak yang terbuat dari serat kayu, dimana masing-masing serat tersebut juga memiliki serat, tidak hanya mampu memindahkan kotoran tapi juga mampu mengikatnya. “jadi seperti microfiber,” ujar Taufan.

Pop-Up Dental Model

Kemudian untuk membersihkan bakteri dan kuman, sikat gigi konvensional masih memerlukan bahan kimia seperti odol. Sedangkan siwak bertindak sebagai sikat sekaligus odol itu sendiri. “Karena itu praktis dan yang terpenting sesuai sunnah,” imbuh Taufan. Karena masih dibuat secara handmade dan 3D printing, sikat siwak buatan Taufan dijual sekitar 250 ribu per pak nya, lengkap dengan gagang sikat dan refill kayu siwak. Kedepan Taufan berharap produk buatannya bisa diproduksi secara masal sehingga membuat harganya jauh lebih murah dan kembali menghidupkan sunnah Rasullullah.

Selain membuat sikat gigi siwak, Taufan juga membuat alat peraga gigi 3D yang berbentuk seperti buku dan membuat web yang berisi seputar kesehatan gigi dengan alamat http://www.gigi.or.id

KOMENTAR