KUALA LUMPUR (fokusislam) Penamaan gerai makanan dengan sebutan dog akan ditolak untuk mendapat sertifikat halal dari JAKIM (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia). Lembaga yang berwenang mengeluarkan sertifikat halal di Malaysia itu mengeluarkan keputusan tersebut pada Rabu (18/10/2016).

Keputusan itu mengikuti keluhan seorang wisatawan muslim dari luar Malaysia, ujar Sirajuddin Suhaimee selaku direktur Halal Hub JAKIM, demikian seperti dikutip dari detikfood.

Banner Utama Produk (halal) apapun yang membat konsumen bingung, perlu kita ubah. Dalam Islam, anjing dianggap haram dan namanya tidak bisa dihubungkan dengan sertifikasi halal, ujar Sirajuddin.

Di Malaysia sendiri ada banyak pedagang kaki lima dan restoran halal yang menjual hotdogs. Menurut Sirajuddin, pemeriksaan akan dilakukan bertahap ketika gerai-gerai tersebut memperbaharui sertifikasi halalnya yang berlaku dua tahun.

Salah satu gerai yang menjual hotdogs adalah Auntie Annes, jaringan Pretzel Amerika Serikat yang sudah memiliki 45 gerai di Malaysia. Bertujuan memperluas bisnisnya, Auntie Annes tidak ragu mengubah nama pretzel dogs (sosis berbalut pretzel), sesuai saran dari otoritas keagamaan.

Ini masalah kecil. Kami tidak masalah dengan pengubahan nama dan sedang mengerjakannya, ucap Farhatul Kamilah Mohamed Sazali dari Auntie Annes Malaysia, kepada AFP.

Sirajuddin mengkonfirmasi bahwa penggunaan nama pretzel dogs menjadi perhatian. Ia menyampaikan kepada Channel NewsAsia (18/10) bahwa JAKIM tidak bisa mempertimbangkan kata anjing karena merujuk pada hewan.

Lebih baik jika mereka bisa menggunakan pretzel sausage, saran Sirajuddin. (azman)

http://fokusislam.com/5364-malaysia-sertifikat-halal-sulit-didapat-jika-gerai-makanan-menggunakan-kata-dog.html

KOMENTAR