Belakangan ini, kita sering mendengar kata Hijrah dibicarakan oleh banyak kalangan. Mulai dari kalangan pelajar, ibu-ibu rumah tangga, pebisnis hingga artis-artis ibu kota. Sebut saja artis seperti Teuku Wisnu, pengusaha muda seperti Elang Gumilang dan masih banyak lagi contoh lain. Meski kata Hijrah bukanlah hal yang baru dalam kehidupan setiap muslim, namun belakangan ini kata-kata Hijrah tak lagi menjadi bahasan sempit pelajaran Sejarah Islam. Pasalnya, kini kata Hijrah mulai menjadi bahasan yang menarik baik di dunia maya maupun acara-acara televisi.

kata Hijrah merujuk pada suatu peristiwa sejarah dala

m Islam di mana nabi Muhammad berpindah dari kota asalnya di Mekkah menuju kota yang lebih baik; Madinah. Peristiwa tersebut di latar belakangi kondisi umat Islam yang terus mendapat tekanan dari suku-suku di kota Mekkah. Sehingga demi keberlangsungan dakwah islam yang lebih baik, nabi Muhammad memilih untuk berhijrah. Hijrah sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti berpindah, meninggalkan atau menjauhkan.

Dalam konteks kekinian khususnya di Indonesia, di mana kehidupan umat muslim dalam kondisi aman tanpa gangguan, makna Hijrah dapat dimaknai dengan sudut pandang yang lain. Sudut pandang inilah sebetulnya yang sedang berkembang di kalangan masyarakat. Yaitu Hijrah yang dimaknai dengan niat dan usaha kita berpindah dari kondisi kita saat ini untuk menjadi lebih baik. Baik Hijrah dalam hal pemikiran (fiqriyah), keimanan/keyakinan (itiqadiyah), kepribadian (akhlaq) maupun sikap menyukai kesenangan dunia (syuuriyah).

Allah memberikan panggilan kepada kita terkait Hijrah dalam konteks ini di dalam Al-Quran.

Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az Zumar: 53).

Ayat diatas memberikan motiavasi kepada kita. Di mana Allah selalu membuka pintu ampunan-Nya bagi kita yang saat ini masih jauh dari kata baik. Allah memberikan larangan untuk menyerah terhadap rahmat dan ampunan-Nya. Artinya, Allah selalu memberikan tujuan kepada kita untuk melakukan Hijrah dari perbuatan-perbuatan buruk kita yang lalu menuju ampunan-Nya.

Saat ini, sudah banyak saudara-saudara kita yang mulai menyadari pentingnya berhijrah. Para pengusaha yang dulu belum mengenal istilah riba mulai meninggalkan dan mencoba metode yang islami. Para orang tua yang dulu masih awam masalah pendidikan anak dalam islam, kini mulai menggali ilmu di kajian-kajian keislaman tentang parenting dalam islam. Para artis dan tokoh-tokoh masyarakat mulai banyak yang mengikuti sunnah. Baik dengan menggunakan hijab ataupun merubah penampilan dan memilih-milih dalam bermain peran.

Pada akhirnya, di tengah kondisi arus informasi yang banyak menyebarkan dampak negatif ini terdapat hikmah lain yang disediakan Allah. Yaitu terbuka lebarnya ilmu dengan adanya kajian-kajian online di dunia maya, mudahnya mengakses e-book islami, banyaknya asatidz yang mengisi kajian-kajian ilmu di masjid-masjid serta kondisi aman untuk berkumpul dengan orang-orang yang sholih.

Jadi, apakah kita mengaku masyarakat modern? jika iya, ayo segerakan untuk berhijrah.

Sumber:

http://www.dakta.com/news/2947/makna-hijrah-dalam-kehidupan-seorang-muslim

https://rumaysho.com/12977-kapan-mau-hijrah.html

Foto: www.freestockphotos.name

KOMENTAR