Berkata Imam Al-aini qailulal adalah tidur di tengah siang. Sedangkan Al-Munawi mengatakan, yang dimaksud adalah tidur di tengah siang ketika zawal (matahari condong ke barat), mendekati waktu zawal atau setelahnya. (Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 34: 130).

Berkata Imam Shan’ani qailulah adalah istirahat pada pertengahan siang walaupun tidak tidur. (Subulus Salam 1/398, darul Hadits, syamilah). Sedangkan dalam kamus lisanul arab qailulal adalah tidur di pertengahan siang.

 

Qailullah dihukumi sunnah sebagaimana yang disebutkan di dalam Al-Qur’an:

وَمِنْ آَيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُون

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.(Ar-Ruum :23).

Juga hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu, bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

قِيْلُوْا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لاَ تَقِيْلُ

Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidaklah mengambil tidur siang.” (HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb 1: 12; Akhbar Ashbahan, 1: 195, 353; 2: 69. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1647).

Juga dilakukan oleh sahabat,

رُبَّمَا قَعَدَ عَلَى بَابِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رِجَالٌ مِنْ قُرَيْشٍ، فَإِذَا فَاءَ الْفَيْءُ قَالَ: قُوْمُوا فَمَا بَقِيَ فَهُوَ لِلشَّيْطَانِ. ثُمَّ لاَ يَمُرُّ عَلَى أَحَدٍ إِلاَّ أَقَامَهُ

“Pernah suatu ketika ada orang-orang Quraisy yang duduk di depan pintu Ibnu Mas’ud. Ketika tengah hari, Ibnu Mas’ud mengatakan, “Bangkitlah kalian (untuk istirahat siang), Yang tertinggal hanyalah bagian untuk setan.” Kemudian tidaklah Umar melewati seorang pun kecuali menyuruhnya bangkit.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no.1238, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Shahih Al-Adabil Mufrad no. 939: hasanul isnad)

 

Adapun manfaat qailulah seperti yang dikatakan oleh Imam Asy-Syirbini Al-Khatib menyatakan bahwa tidur qailulah adalah tidur sebelum zawal (matahari tergelincir ke barat). Ibaratnya itu seperti sahur bagi orang yang berpuasa. (Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 34: 130).

Pun menurut penelitian para ahli, beberapa manfat dari qailulah:

  1. Bisa meningkatkan daya ingat
  2. Meningkatkan produktivitas
  3. Menjadi obat unutk insomnia
  4. Megurangi stress
  5. Mencegah penyakit jantung

 

Semoga kita bisa mengamalkan apa yang telah diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aamiin. Wallahu musta’an.

KOMENTAR