Sebagai musuh manusia yang abadi, iblis tak henti-hentinya menjerumuskan manusia ke dalam keburukan. Agar kelak di hari kiamat ikut bersamanya ke dalam neraka. Sebagaimana yang terekam dalam Al-Qur’an,

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ .ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (Al-A’raf: 16-17)

Inilah janji iblis kepada Allah. Bahwa dia akan menyesatkan manusia dengan bala tentaranya.

Hingga masa Nabi Adam sampai abad modern, tak terhitung jumlah manusia-manusia yang disesatkan oleh iblis.

Seiring kemajuan peradaban, Iblis pun tak tinggal diam. Godaannya pun selaras dengan kemajuan teknologi.

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Al-An’am: 44)

Sekarang kita benar-benar melihat, Allah membukakan semua pintu kesenangan kepada semua manusia. Salah satu contoh yang paling nyata pada abad ini adalah teknologi. Kita bisa mengatakan, era ini adalah era sosial media.

Saat semua orang sibuk dengan gadged mereka. Sibuk dengan whatsapp, facebook, twitter, line dan semacamnya. Sibuk chattinh dengan orang yang entah tinggal di mana.

Padahal, jika kita sadar, itulah salah satu dari tentara iblis untuk melalaikan manusia.

Kita bisa menakar, apakah kuantitas kita lebih banyak dari memegang gadged? Apakah kita lebih banyak membaca Al-Qur’an ketimbang chat di sosial media? Apa ayat terakhir yang kita baca?

Itulah setan-setan yang menjadi bala tentara Iblis. Setan gepeng abad modern. Setan yang banyak melalaikan manusia. Bahkan berapa banyak manusia yang tak bisa melepaskan benda itu walau hanya semenit?

Mereka bergembira. Chat dengan si fulan, chat dengan si fulanah. Hingga lupa bahwa kesenangan-kesenangan itu adalah istidroj.

Kelak saat Allah datangkan siksa tiba-tiba, maka merekalah orang-orang yang akan berputus asa. Wallahu musta’an.

KOMENTAR