Ada banyak hal yang memicu seseorang untuk marah. Masalah sepele pun seperti disalip mobil lain saat berkendara bisa menyebabkan seorang marah, Bahkan kadang kemarahan tersebut sampai pada tahap meledak-ledak tidak terkontrol. Seseorang bahkan bisa menghacurkan apapun yang didekatnya ketika sedang marah. Tidak jarang orang yang marah melampiaskan kemarahannya dengan memukul istri atau orang yang menyebabkan dia marah.

Ketika marah terjadi, tubuh langsung mengalami serangkaian reaksi yang melibatkan hormone, system saraf dan otot. Tubuh melepaskan adrenalin yang membuat nafas sesak, kulit memerah, otot tegang, rahang mengencang, termasuk perut, bahu dan tangan. Seseorang dikatakan berhenti marah ketika ciri-ciri ini sudah tidak muncul (Novaco, 2000).Di dalam Islam, Nabi kita Muhammad yang mulia telah mengajarkan cara untuk menahan marah. Apa saja itu, simak tips dari nabi kita berikut ini.

Yang pertama, ketika marah, kita dianjurkan untuk membaca taawudz, meminta perlindungan pada Allah dari godaan setan. Apa hubungannya marah dengan godaan setan hingga kita dianjurkan meminta tolong pada Allah agar dilindungi dari setan? Karena dalil-dalil berikutnya akan terlihat jelas bahwa marah bisa dari setan. Maka kita mengamalkan firman Allah dari ayat berikut,

Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui. (QS. Al-Araf: 200)

Sulaiman bin Shurodradhiyallahu anhuberkata,

Pada suatu hari aku duduk bersama-sama Nabi shallallahu alaihi wa salam sedang dua orang lelaki sedang saling mengeluarkan kata-kata kotor satu dan lainnya. Salah seorang daripadanya telah merah mukanya dan tegang pula urat lehernya. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wa salam bersabda, Sesungguhnya aku tahu satu perkataan sekiranya dibaca tentu hilang rasa marahnya jika sekiranya ia mau membaca, Audzubillahi minas-syaitani (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan), niscaya hilang kemarahan yang dialaminya. (HR Bukhari, no. 3282)

Juga ada hadits dari Abu Hurairahradhiyallahu anhu,

Jika seseorang dalam keadaan marah, lantas ia ucapkan, Audzu billah (Aku meminta perlindungan kepada Allah), maka redamlah marahnya. (HR. As-Sahmi dalam Tarikh Jarjan, 252. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1376)

Dari beberapa dalil di atas bisa diambil kesimpulan marah datangnya dari setan dan kita diminta untuk berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Selain membaca taawudz, untuk mengatasi marah kita juga diminta diam.

Kenapa diminta diam? Karena terkadang ketika marah, emosi kita tidak terkontrol hingga terkadang keluar kata-kata yang tidak Allah ridhai. Keluar kata-kata kufur, kalimat caci maki, kalimat laknat, ada yang marah keluar kalimat cerai hingga hal-hal sekitarnya pun bisa hancur. Kalau seseorang memaksa dirinya untuk diam ketika akan marah, hal-hal yang rusak tadi tidak akan terjadi.

Ada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad,

Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah. (HR. Ahmad, 1: 239. Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits inihasan lighairihi)

Selain kita diminta untuk diam, dalam mengelola kemarahan Islam mengajarkan kita untuk berganti posisi.

Dari Abu Dzarrradhiyallahu anhu, Nabishallallahu alaihi wa sallambersabda,

Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah. (HR. Abu Daud, no. 4782. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits inishahih).

Tips untuk menahan kemarahan berikutnya adalah mengambil air wudhu

Dari Athiyyah as-Sadi Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah bersabda:

Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.(HR. Abu Daud, no. 4784. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits inihasan)

Dan yang terakhir adalah wasiat Nabishallallahu alaihi wa sallamdan janji beliau. Sebelum memuntahkan amarah kepada orang lain atau benda sekalipun, baiknya orang memperhatikan hadits berikut yang berisi pesan Rasulullahshallallahu alaihi wa sallamkepada seseorang yang meminta nasehat dari beliau.

Dari Abu Hurairahradhiyallahu anhuberkata, seorang lelaki berkata kepada Nabishallallahu alaihi wa sallam, Berilah aku wasiat. Beliau menjawab, Janganlah engkau marah. Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabishallallahu alaihi wa sallam(selalu) menjawab, Janganlah engkau marah. (HR. Bukhari, no. 6116)

Dari Muadzradhiyallahu anhu, Rasulullahshallallahu alaihi wa sallambersabda,

Barang siapa menahan amarahnya padahal mampu meluapkannya, Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari Kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan. (HR. Abu Daud, no. 4777; Ibnu Majah, no. 4186. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sanadnyahasan)

Dari Abu Ad-Dardaradhiyallahu anhu, ia berkata, Wahai Rasulullah tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan dalam surga. Rasulullahshallallahu alaihi wa sallamlantas,

Jangan engkau marah, maka bagimu surga. (HR. Thabrani dalam Al-Kabir. LihatShahih At-Targhib wa At-Tarhib, hadits inishahih lighairihi)

Semoga dengan ini kita lebih mampu untuk mengelola kemarahan dan semoga kita dilindungi Allah dari kemarahan yang merusak diri kita dan orang lain.

KOMENTAR