Ayat suci al-quran telah banyak menjelaskan mengenai keberadaan salah satu mahkluk Allah yang berupa jin, benar mata manusia tidak bisa melihatnya namun itu adalah nyata. Barang siapa yang mengingkari akan beberadaanya berarti telah menyimpang dari aqidah yang benar seperti golongan mutazilah.

Seorang ulama bernama Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, Tidak ada satu pun yang mengingkari keberadaan jin dari kaum muslimin. Tidak ada yang mengingkari pula bahwa Muhammad shallallahu alaihi wa sallam diutus pada kalangan jin. Dan mayoritas orang kafir pun menetapkan adanya jin. Adapun orang Yahudi dan Nashrani, mereka mengakui adanya jin sebagaimana kaum muslimin. Jika ada dari kalangan ahli kitab tersebut yang mengingkari keberadaan jin, maka sama halnya dengan sebagian kaum muslimin seperti Jahmiyah dan Mutazilah. Akan tetapi mayoritas kaum muslimin mengakui adanya jin.

Pengakuan seperti ini dikarenakan keberadaan jin itu secara mutawatir dari berita yang datang dari para nabi. Bahkan keyakinan terhadap jin sudah malum bidh dhoruroh yaitu tidak mungkin seseorang tidak mengetahui perkara tersebut[1]. (Majmu Al Fatawa, 19: 10).

Dalam kesempatan lain Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, Seluruh kelompok kaum muslimin mengakui keberadaan jin sebagaimana pula mayoritas kaum kafir dan sebagian besar ahli kitab, begitu pula kebanyakan orang musyrik Arab dan selain mereka dari keturunan Al Hadzil, Al Hind dan selain mereka yang merupakan keturunan Haam, begitu pula mayoritas penduduk Kanan dan Yunan yang merupakan keturunan Yafits. Jadi mayoritas manusia mengakui adanya jin. (Majmu Al Fatawa, 19: 13).

Firman Allah taalaa :

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (QS. Al Jin: 6).

Dalam ayat lain dalam Al-quran juga menjelaskan

Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: Diamlah kamu (untuk mendengarkannya). Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. (QS. Al Ahqaf: 29).

Didalam Al-quran masih banyak penjelasan tentang keberadaan jin. Banyak pula diantara kita yang menyaksikan dan mendengan keberdaan jin tetapi yang menyaksikan tidak menegtahui bahwa yang mereka saksikan itu adalah jjin, mereka menyangka itu adalah arwah. Sebagai bukti pula bahwa Rasul shallallahu alaihi wa sallam pernah berbicara dengan kalangan jin, mengajari mereka, dan membacakan Al Quran untuk mereka.

Adapula yang beranggapan bahwa jin itu satu alam dengan malaikat, maka ituadalah salah. Karena alam kedua makhluk tersebut berbeda. Malaikat tidak makan dan tidak minum, serta tidak durhaka pada perintah Allah dan hanya melakukan yang diperintahkan. Sedangkan jin itu ada yang pendusta, jin pun makan dan minum, dan durhaka pada perintah Allah.

Firman Allah taaalaa

Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Rabbnya. (QS. Al Kahfi: 50).

KOMENTAR